Medianesia.id, Tanjungpinang – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menegaskan pentingnya sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi di Tanjungpinang.
Menurutnya, potensi besar pariwisata dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Pariwisata harus menjadi sektor unggulan yang mendorong perekonomian daerah. Kita perlu memanfaatkan seluruh potensi yang ada untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya di Tanjungpinang, Rabu, 4 Desember 2024.
Zulhidayat memaparkan tiga strategi utama untuk mencapai target tersebut. Salah satunya adalah memperkuat peran UMKM dalam mendukung industri pariwisata.
“UMKM merupakan tulang punggung ekosistem pariwisata. Kota Tanjungpinang memiliki peluang besar untuk mengembangkan produk lokal yang unik dan menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” jelasnya.
Selain itu, sejarah dan budaya Pulau Penyengat menjadi aset penting yang harus dioptimalkan. Pulau ini tidak hanya dikenal sebagai tempat kelahiran Gurindam 12, tetapi juga memiliki nilai sejarah sebagai cikal bakal bahasa Indonesia.
“Pemda akan berperan sebagai fasilitator untuk mengintegrasikan potensi ini dengan strategi pengembangan pariwisata secara menyeluruh,” tambah Zulhidayat.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Tanjungpinang, Salman, memaparkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Oktober 2024 mencapai 44.805 orang. Sementara perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada per Oktober 2024 sebanyak 60.975 perjalanan (data BPS Kepri).
“BPS menggunakan metode khusus untuk mendata wisnus, termasuk melalui pintu masuk dan tingkat hunian hotel. Kami terus berkoordinasi agar data yang diperoleh lebih akurat,” jelas Salman.
Meskipun wisata belanja di Batam lebih populer, Salman menekankan keunggulan Tanjungpinang dalam menawarkan wisata budaya dan sejarah, terutama Pulau Penyengat yang menjadi destinasi favorit wisatawan Malaysia.
Sebagai upaya meningkatkan daya tarik, Disbudpar mengembangkan paket wisata edukasi berbasis sejarah dan budaya Melayu di Pulau Penyengat.
Program ini akan melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri untuk memasukkan paket wisata ke dalam kurikulum Merdeka P5.
“Targetnya adalah sekitar 30.000 siswa SMA/SMK di Batam yang akan mengikuti studi lapangan di Pulau Penyengat. Ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mempelajari warisan budaya Melayu,” tutup Salman.(Ism)
Editor: Brp





