Momen ikonik tim Thomas dan Uber 1998 tak lepas dari pelepasan mereka oleh Presiden Soeharto saat keberangkatan dan penyambutan meriah oleh Presiden B.J. Habibie saat kepulangan.
Kesuksesan tim Indonesia di tahun 1998 tak berhenti di situ. Pada tahun 1994 dan 1996, tim Thomas dan Uber Cup Indonesia juga berhasil mencapai final, dan pada kedua edisi tersebut, tim putra dan putri sama-sama keluar sebagai juara, membawa pulang trofi Thomas dan Uber Cup ke Tanah Air.
Di final Thomas Uber Cup 2024, Indonesia akan berhadapan dengan lawan tangguh, yaitu China, di kedua sektor.
Tim China melaju ke final setelah mengalahkan Malaysia di sektor putra dan menundukkan Jepang di sektor putri.
Manajer Tim, Ricky Soebagdja mengungkapkan rasa syukur dan mengapresiasi perjuangan para atlet yang mengeluarkan seluruh kemampuannya.
“Ini modal untuk semua bahwa secara kemampuan mereka ada dan bisa. Secara keseluruhan penampilan tadi tidak mudah, di mana poin yang harus ambil,” katanya,
Pertandingan final diprediksi akan berlangsung sengit dan penuh perjuangan. Dukungan penuh dari seluruh rakyat Indonesia diharapkan dapat menjadi motivasi bagi tim Thomas dan Uber untuk mengukir sejarah baru dan membawa kembali kejayaan bagi bangsa.
Siapkah kamu mendukung tim Indonesia di final Thomas dan Uber Cup 2024?.(*/Brp)
Editor: Brp





