Sejarah Hari Bumi, Awal Mula Gerakan Lingkungan Hidup yang Mengubah Dunia

Sejarah Hari Bumi, Awal Mula Gerakan Lingkungan Hidup yang Mengubah Dunia
Setiap tanggal 22 April, jutaan orang di seluruh dunia memperingati Hari Bumi (Earth Day), sebuah momen untuk meningkatkan kesadaran dan aksi kolektif dalam menjaga kelestarian planet. Foto: Pexels.

Medianesia.id, Batam – Setiap tanggal 22 April, jutaan orang di seluruh dunia memperingati Hari Bumi (Earth Day), sebuah momen untuk meningkatkan kesadaran dan aksi kolektif dalam menjaga kelestarian planet.

Pertama kali diperingati pada tahun 1970 di Amerika Serikat, Hari Bumi kini telah berkembang menjadi gerakan lingkungan hidup terbesar di dunia, melibatkan lebih dari satu miliar orang di berbagai negara setiap tahunnya.

Gerakan ini lahir dari krisis lingkungan akut yang melanda Amerika Serikat pada akhir tahun 1960-an.

Pertumbuhan industri yang tidak terkendali menyebabkan pencemaran masif di berbagai sektor—udara, air, dan tanah.

Di banyak kota besar, kabut asap pekat menyelimuti langit, sungai-sungai tercemar limbah hingga bahkan terbakar, dan populasi satwa liar menyusut drastis.

“Saat itu, kita mulai melihat gelombang besar kerusakan lingkungan yang meningkat cepat,” ujar Kathleen Rogers, Presiden Earth Day Network.

Salah satu contoh paling ekstrem adalah Sungai Cuyahoga di Cleveland, Ohio, yang terbakar setidaknya 13 kali akibat tumpukan limbah minyak dan kimia dari pabrik-pabrik.

Titik balik penting terjadi pada Januari 1969, saat ledakan di anjungan minyak lepas pantai di Santa Barbara, California, menyebabkan lebih dari 3 juta galon minyak mentah tumpah ke laut.

Tumpahan itu mencemari pantai sepanjang 35 mil, membunuh ribuan mamalia laut, burung, dan ikan, dan menjadi tumpahan minyak terbesar di lepas pantai AS saat itu.

“Orang-orang terkejut melihat lambannya respons dari pemerintah dan ketidakmampuan untuk menangani bencana tersebut,” ungkap Rogers. Insiden ini menyulut kemarahan publik dan memicu gerakan aksi kolektif.

Kondisi tersebut mendorong Senator Gaylord Nelson dari Wisconsin untuk mengangkat isu lingkungan ke panggung nasional.

Terinspirasi oleh semangat gerakan anti-perang di kalangan mahasiswa, Nelson mengusulkan sebuah aksi nasional bertema lingkungan.

Dengan dukungan para mahasiswa, termasuk Denis Hayes—mahasiswa pascasarjana Harvard yang kemudian menjadi koordinator nasional, maka terbentuklah rencana peringatan Hari Bumi pertama pada 22 April 1970.

Hari itu dipilih karena jatuh di antara masa ujian dan liburan musim semi, sehingga mampu menjaring partisipasi maksimal dari kampus-kampus.

Hari Bumi pertama sukses besar, lebih dari 20 juta warga AS turun ke jalan menyuarakan keprihatinan terhadap lingkungan.

Aksi ini menjadi titik awal bagi lahirnya kebijakan-kebijakan lingkungan penting seperti pendirian Environmental Protection Agency (EPA) dan disahkannya berbagai undang-undang seperti Clean Air Act dan Clean Water Act.

Meski sudah berjalan lebih dari 50 tahun, esensi Hari Bumi tetap relevan hingga hari ini. Perubahan iklim, kehancuran ekosistem, dan pencemaran plastik adalah tantangan baru yang memerlukan respons global.

Hari Bumi menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas kolektif seluruh umat manusia.(*)

Editor: Brp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *