Saham BREN Terus Ambles, Posisi Market Cap Terbesar Bergeser ke BBCA

Saham BREN Terus Ambles, Posisi Market Cap Terbesar Bergeser ke BBCA
Saham BREN Terus Ambles, Posisi Market Cap Terbesar Bergeser ke BBCA. Foto: Ilustrasi Freepik.

Medianesia.id, Batam – Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali mengalami penurunan signifikan hingga batas auto reject bawah (ARB) 10% pada papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/5/2024).

Penurunan ini membuat kapitalisasi pasar (market cap) BREN tersungkur dan digeser oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai emiten dengan market cap terbesar.

Saham BREN mengalami ARB untuk ketiga kalinya sejak masuk papan pemantauan khusus pada Rabu (29/5/2024) akibat suspensi perdagangan selama lebih dari 1 hari bursa.

Penurunan ini membuat harga saham BREN anjlok ke Rp8.225 per saham, menggeser posisinya sebagai emiten dengan market cap terbesar dari BBCA. Saat ini, market cap BREN tercatat Rp1.100,39 triliun, sedangkan BBCA Rp1.140,29 triliun.

Penurunan ini terjadi di tengah penerapan mekanisme full call auction (FCA) pada perdagangan BREN.

Dalam FCA, investor tidak dapat melihat bid-offer seperti pada perdagangan saham biasa, melainkan hanya Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV).

Investor BREN pun diprediksi akan terus memantau pergerakan harga sahamnya pada Senin (3/6/2024), dengan potensi tekanan jual yang masih tinggi.

Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab penurunan saham BREN adalah:

  • Suspensi perdagangan selama lebih dari 1 hari bursa akibat kenaikan harga kumulatif yang signifikan.
  • Penempatan BREN pada papan pemantauan khusus yang membatasi perdagangan saham.
  • Penerapan mekanisme FCA yang membuat investor kesulitan melihat supply-demand di saham BREN.
  • Sentimen negatif dari investor terhadap emiten geotermal.
    BREN Pernah Menjadi Primadona dan Masuk FTSE Global Equity Index

Meskipun mengalami penurunan saat ini, BREN sempat menjadi primadona di pasar saham dalam negeri sejak melantai pada Oktober 2023.

Sahamnya meroket lebih dari 100 persen dalam 6 bulan belakangan di tengah aksi beli agresif investor.

Bahkan, BREN resmi masuk ke dalam FTSE Global Equity Index, large cap periode Juni 2024.

FTSE Global Equity Index merupakan indeks bergengsi yang digunakan oleh para investor dalam mengambil keputusan investasi.(*/Brp)

Editor: Brp

Pos terkait