Medianesia.id, Jakarta – Kejadian tragis menimpa pengendara Mobil SUV Toyota Rush nopol B 1859 SYL di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Minggu (23/1/2022)
Video yang tengah viral di media sosial itu menunjukkan bahwa mobil tersebut dikejar puluhan motor. Menurut keterangan, aksi kejar-kejaran tersebut dipicu oleh pengendara yang membawa mobil itu memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi di pemukiman warga.
Pengejaran itu dilakukan warga dari jalan kecil sampai jalan raya. Disebutkan, pengejaran itu dimulai dari kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Aksi ini terjadi pada Minggu (23/1/2022) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Dari narasi yang terdapat dalam video, warga terus meneriaki pengemudi mobil itu sebagai maling. Terlihat juga ada mobil patroli polisi yang sempat melepaskan tembakan senjata gas air mata sebagai tujuan agar mobil SUV itu dapat menghentikan mobilnya.
Saat mobil berhenti, di Jalan Pulo Kambing, Cakung, Jakarta Timur, pengemudi yang diteriaki maling itu turun, langsung dihakimi massa yang emosi, dan langsung tewas ditempat.
Identitas pengemudi tersebut pun langsung terkuak yaitu pria berinisial HM berusia 80 tahun. Ia dikeroyok dijalanan sampai tewas.
Polisi masih memburu pelaku yang menghasut atau menjadi provokator warga sehingga beramai-ramai mengejar pengemudi mobil berinisial HM (80) dan dikeroyok di jalanan sampai tewas.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Ahsanul Muqaffi dikonfimasi wartawan, Minggu (23/1/2022) mengatakan kasus ini masih tahap penyelidikan mereka.
“Pengemudi meninggal. Dugaan sementara karena dipukul massa dan juga dikira maling,” kata AKBP Ahsanul.
“Orangnya meninggal. Katanya dianiaya karena diteriaki maling. Kami enggak tahu kenapa. Saat ini masih didalami, tapi berdasarkan identitas korban dengan kendaraan yang dimiliki sesuai,” jelas AKBP Ahsanul lagi.
“Menurut keterangan saksi, ia menyerempet motor. Terus dilakukan pengejaran (oleh massa), lalu diteriaki (maling), tapi tidak dengar karena sudah sepuh.” Kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Ahsanul Muqaffi.
Keterangan dari keluarga korban, riwayat kesehatan yang bersangkutan memang memiliki kendala dalam pendengarannya. Oleh sebab itu, saat ramai warga meneriaki maling terhadap dirinya, sang kakek tidak berhenti.
Setelah jelas duduk perkaranya, polisi akan mencari pelaku pengeroyokan yang menyebabkan sopir HM berusia 80 tahun ini meninggal dunia.
AKBP Ahsanul mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mencari tahu alasan pengendara membawa mobil berinisial HM ini memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi di pemukiman warga.
“Bukan pencurian, jadi informasi dari Tebet atau Pulogadung dia bawa mobil ngebut diteriaki maling hingga dikejar,” kata AKBP Ahsanul.
Selain itu, polisi mendalami motif warga yang mengejar sambil meneriakinya maling yang membuat perhatian masyarakat sekitar meyakini bahwa mobil itu benar-benar dicuri.
Pelaku pengeroyokan lebih dari dua orang ini sedang dicari polisi.

**





