Kunjungan Kang Emil di Pulau Penyengat ditutup dengan meninjau Balai Adat dan melihat rancangan pembangunan Monumen Bahasa Nasional.
Ia pun mengakui baru pertama kali berkunjung ke Pulau Penyengat dan terkesan dengan kekayaan budaya dan warisan Melayu di pulau tersebut, termasuk Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji.
“Yang paling dikenal oleh kita generasi pasca kemerdekaan adalah ternyata bahasa persatuan kita bahasa Indonesia ternyata akarnya datang dari sini,” kata Kang Emil.
Ia pun menekankan pentingnya bahasa Indonesia sebagai perekat bangsa dan mengajak generasi muda untuk mempelajari sejarah bahasa Indonesia di Pulau Penyengat.
Kang Emil juga mengapresiasi penataan Pulau Penyengat yang rapi dan indah dengan penataan jalan dan trotoar yang baik.
“Fasilitasnya juara satu, saya kira salah satu desa paling rapi dan indah yang pernah saya kunjungi adalah pulau Penyengat,” kata Kang Emil.





