Medianesia.id, Jakarta — Ribuan masyarakat mulai memadati kawasan Istana Merdeka, Jakarta, untuk mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia pada Minggu (17/8/2025).
Berdasarkan siaran langsung Kanal Youtube Sekretariat Presiden, banyak warga hadir mengenakan busana adat bernuansa merah, menambah semarak suasana perayaan.
Masyarakat yang memperoleh undangan diarahkan menuju area F dan G. Sebelum memasuki lokasi, tamu diwajibkan melewati pemeriksaan ketat, mulai dari pemindaian barcode undangan, verifikasi identitas, hingga pengecekan barang bawaan. Barang yang dilarang dibawa masuk diamankan petugas demi menjaga kelancaran acara.
Untuk menghindari penumpukan, protokoler istana menyiapkan delapan pintu masuk dengan antrean terbagi di dua sisi.
Tahun ini, kuota undangan ditingkatkan dari 16.000 menjadi 18.000 orang, terdiri dari 9.000 undangan pada upacara pengibaran bendera pagi hari dan 9.000 undangan pada upacara penurunan sore.
Di dalam kompleks istana, pasukan upacara dan petugas protokoler sudah bersiap. Panitia menegaskan, undangan yang datang terlambat tidak diperkenankan mengikuti prosesi.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengundang masyarakat dari berbagai latar belakang untuk hadir langsung dalam momen sakral ini. Salah satunya, Edi Sutrisno, sopir bajaj asal Solo.
“Biasanya saya hanya melihat Istana dari balik bajaj, kali ini bisa masuk untuk ikut menghormati para pahlawan,” ujarnya melalui laman resmi Sekretariat Presiden, Sabtu (16/8/2025).
Pengalaman serupa dirasakan Achmad Baiquni, pramudi Transjakarta yang baru enam bulan bertugas.
“Saya kaget ketika mendapat undangan ini. Rasanya tidak percaya. Terima kasih Pak Prabowo sudah memberi kesempatan,” ucapnya.
Siti Kholiso, petugas PPSU yang sehari-hari bekerja di sekitar Istana Merdeka, juga menyampaikan rasa harunya.
“Biasanya saya hanya bekerja di luar pagar. Kali ini saya diundang resmi sebagai tamu. Terima kasih banyak Pak Presiden,” katanya.
Kehadiran warga dari berbagai profesi dan latar belakang di Istana Merdeka menunjukkan bahwa kemerdekaan adalah milik bersama.(*)
Editor: Brp





