“Rp4 ribu atau Rp2 ribu untuk parkir itu tidak murah. Sedangkan mereka ambil setoran dari karcis yang disobek itu. Tapi kalau warga tak dapat karcis bagaimana ngitung setoran mereka,” jelasnya.
Ditambahkannya, masyarakat tidak ada kendala dengan kenaikan tarif. Namun pelayanan apa yang didapatkan oleh masyarakat dengan kenaikan ini.
“Karcis tak ada. Jam operasional gak jelas. Kalau kita tak bayar mereka ribut. Sementara jumlah yang disetor juga akan tidak jelas,” tutupnya.(*)
Editor : Ags





