Medianesia.id, Tanjungpinang – Perencanaan pembangunan Jembatan Batam Bintan hingga kini masih belum sepenuhnya final. Berdasarkan hasil evaluasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) masih ada sejumlah penambahan pada pondasi jembatan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Kepri, Stanley Cicerio Haggard Tuapatinajja, saat penyerahan sertifikat lahan Jembatan Batam Bintan di Gedung Daerah, Senin (8/5). Ia menuturkan, pihaknya telah menerima hasil perencanaan pondasi Jembata Batam Bintan dari Kementerian PUPR.
“Setelah dicek masih ada beberapa kelengkapan yang harus ditambahkan,” ungkapnya.
Baca juga : Pembebasan Lahan Jembatan Batam Bintan Rampung 100 Persen
Pemprov Kepri Usulkan 23 Major Project di Musrenbang Nasional
Ekonomi Kepri Triwulan I 2023 Tumbuh 6,51 Persen
Untuk merampungkan perencanaan tersebut, lanjutnya, dibutuhkan pelaksanaan kembali soil investigation atau penyelidikan tanah tambahan pada pondasi dengan anggaran sebesar Rp68 Miliar.
Soil investigation tambahan ini sangat penting, sebab bertujuan agar kedepan jembatan ini tidak bermasalah hingga berdampak pada penambahan biaya pembangunan.
Menurut Stanley, pihaknya telah mengusulkan biaya tambahan tersebut kepada Kementerian PUPR dan telah disetujui April 2023 lalu.
“Insya Allah nantinya paket yang akan dilelang tahun ini. Sehingga, soil investigation bisa dilaksanakan segera ,” demikian Stanley.
Penulis : Ism
Editor : Brp





