Realisasi Program MBG di Kepri Capai 52 Persen

realisasi MBG Kepri
Siswa salah satu sekolah di Bintan sedang menyantap makan siang dari program MBG. Foto: Diskominfo Bintan

Medianesia.id, Tanjungpinang – Realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga 29 September 2025 telah mencapai 52,23 persen atau 333.282 orang dari total sasaran 638.047 penerima manfaat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, menyebutkan Batam menjadi daerah dengan penerima manfaat terbanyak, yakni 376.294 orang.

Disusul Kabupaten Karimun sebanyak 74.590 orang dan Kota Tanjungpinang 65.063 orang. Adapun tantangan terbesar ada di wilayah pulau kecil, yang jumlah penerimanya mencapai 51.540 orang.

Baca juga: Wisman ke Kepri Naik 17 Persen di Agustus 2025

“Distribusi pangan di pulau-pulau kecil tidak mudah. Karena itu, kita sedang menyusun konsep dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus pulau kecil agar layanan lebih merata,” ujar Rika dalam rapat evaluasi pelaksanaan MBG di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis, 2 Oktober 2025.

Selain kendala distribusi, Pemprov Kepri juga mengevaluasi serius adanya dugaan keracunan makanan di Karimun dan Batam.

Dua SPPG untuk sementara dihentikan sembari menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM.

Baca juga: Driver Ojol Batam-Karimun Tuntut Pemprov Tegas ke Aplikator

“Prinsipnya, makanan yang diberikan harus sehat, aman, dan bergizi,” tegas Rika.

Untuk menjaga kualitas, Pemprov Kepri menyalurkan rapid test kit, memperkuat pengawasan pangan, menggandeng kelompok tani, hingga mewajibkan sekolah penerima manfaat menunjuk guru penanggung jawab distribusi dengan insentif harian Rp100 ribu.

“Langkah-langkah ini diharapkan mampu memastikan program MBG berjalan optimal, khususnya di daerah pulau kecil yang menjadi prioritas perhatian pemerintah provinsi,” harapnya. (Ism)

Editor: Brp

Pos terkait