Medianesia.id, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2024 mencapai 92 persen. Capaian ini terdiri dari realisasi pendapatan sebesar 92,59 persen dan belanja sebesar 92,24 persen.
Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Kepri dengan agenda penyerahan dokumen Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024, yang digelar di Balairung Raja Khalid, Pulau Dompak, Senin, 30 Juni 2025.
Dalam pidatonya, Gubernur Ansar, memaparkan dari target pendapatan sebesar Rp4,27 triliun, telah terealisasi Rp3,95 triliun.
Sementara dari sisi belanja, dari pagu anggaran Rp4,41 triliun, realisasinya mencapai Rp4,07 triliun. Adapun Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2024 tercatat sebesar Rp27,28 miliar.
“Alhamdulillah, untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut, laporan keuangan Pemerintah Provinsi Kepri kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Ini adalah bukti komitmen kami terhadap tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan,” ujar Ansar.
Ia juga menjabarkan, posisi keuangan daerah per 31 Desember 2024, dengan total aset mencapai Rp7,10 triliun, kewajiban Rp651,25 miliar, dan ekuitas sebesar Rp6,45 triliun.
Ansar menegaskan, capaian realisasi APBD ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintah daerah, yang harus dijaga dan terus ditingkatkan.
Ke depan, Pemprov Kepri akan fokus pada pembangunan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pemerataan kesejahteraan.
“Pelaksanaan APBD harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghadirkan dampak nyata. Tantangannya memang tidak mudah, tapi dengan kolaborasi yang baik, semuanya bisa kita capai,” ujarnya.
Menutup pidatonya, Gubernur berharap Ranperda ini dapat segera dibahas bersama DPRD secara objektif dan konstruktif agar bisa ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.
“Kami terbuka terhadap masukan dari DPRD yang akan menjadi bahan penting dalam menyempurnakan arah kebijakan pembangunan ke depan,” pungkasnya.(Ism)
Editor: Brp





