Medianesia, Tanjungpinang – Ratusan peserta meramaikan Night Run Pulau Penyengat, Sabtu (13/9/2025).
Dari sekitar 500 peserta, ajang lari malam menjadi daya tarik dengan 380 pelari ikut ambil bagian.
Menariknya, 64 di antaranya datang dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Australia, sementara puluhan lainnya merupakan wisatawan nusantara dari Riau, Medan, Jakarta, dan Bandung.
Rute lari yang melewati sejumlah situs sejarah, seperti Gedung Tabib hingga Istana Tengku Bilik, semakin meriah berkat pertunjukan cahaya.
Baca juga: Lomba Gasing Buka Kemeriahan Penyengat Heritage Fest 2025
Para pelari tidak hanya berolahraga, tetapi juga menikmati pengalaman wisata malam yang unik.
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, yang melepas para pelari, optimistis festival ini akan berkembang pesat.
“Kalau tahun ini 380 pelari ikut, saya yakin tahun depan bisa lebih banyak. Penyengat Heritage Fest kami dorong jadi magnet wisata budaya dan olahraga yang mendunia,” ujarnya.
Ansar juga menegaskan, pembangunan infrastruktur di Pulau Penyengat akan terus dilanjutkan untuk memperkuat daya tarik wisata sejarah.
Baca juga: Penyengat Heritage Fest 2025: Pesta Budaya, Angkat Pariwisata
“Pulau Penyengat adalah mahkota budaya Melayu. Festival ini jadi cara kita memperkenalkan sejarah dan budaya Kepri dengan kemasan yang lebih modern,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menyebut hotel dan homestay di Tanjungpinang penuh selama festival, sementara UMKM ikut kecipratan rezeki karena ramainya pengunjung.
Puncak acara ditutup dengan Heritage Lighting Show, pertunjukan cahaya di sejumlah bangunan bersejarah, seperti Istana Kantor, Gedung Tabib, dan Istana Tengku Bilik.
Cahaya artistik yang disorotkan menjadikan situs-situs sejarah itu tampil megah sekaligus indah di malam hari.
Baca juga: Pulau Penyengat Jadi Titik Awal Gerakan Wisata Bersih Kepri
“Pulau Penyengat bukan hanya destinasi siang hari. Dengan Heritage Lighting Show, kita ingin memperkenalkannya sebagai destinasi wisata malam yang kreatif dan bernilai ekonomi,” kata Hasan.
Event Night Run Pulau Penyengat merupakan rangkaian Penyengat Heritage Fest 2025 yang berlangsung pada 12–14 September. Festival perdana ini memadukan tradisi budaya Melayu dengan olahraga modern dan sukses menarik ratusan peserta dari dalam maupun luar negeri.(*)
Editor: Brp





