Ramai Video Perpisahan Karyawan Gudang Garam, Benarkah Ada PHK Massal?

Ramai Video Perpisahan Karyawan Gudang Garam, Benarkah Ada PHK Massal?
Belakangan ini ramai beredar kabar soal pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan PT Gudang Garam Tbk. Foto: Istimewa.

Medianesia, Batam – Belakangan ini ramai beredar kabar soal pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan PT Gudang Garam Tbk.

Isu tersebut muncul setelah viral sebuah video di media sosial yang memperlihatkan suasana perpisahan pekerja di salah satu pabrik mitra perusahaan.

Video pendek itu menggambarkan para pekerja yang tampak sedih saat berpisah, bahkan disebut-sebut ada yang sudah puluhan tahun bekerja.

Baca juga: Agustus 2025: Inflasi Kepri Naik Tipis, Warga Masih Keluhkan Harga Pangan

Rekaman ini kemudian memunculkan spekulasi adanya PHK massal di Tuban, Jawa Timur, tempat salah satu pabrik mitra Gudang Garam beroperasi.

Namun, kabar tersebut dibantah langsung oleh manajemen PT Merdeka Nusantara Mitra Produksi Gudang Garam Tuban.

“Sampai saat ini di pabrik Tuban tidak ada PHK atau sejenisnya,” jelas Adib Musyafa, perwakilan manajemen, Minggu (6/9/2025).

Adib menambahkan, pihaknya juga terkejut mendengar isu PHK massal di media sosial. Menurutnya, kegiatan produksi di pabrik Tuban tetap berjalan normal.

Baca juga: Pekerja Wajib Tahu, Ini Cara Cek Saldo JHT di BPJS Ketenagakerjaan

“Kami bingung kok ada berita PHK massal. Faktanya, di sini tidak ada,” katanya.

Sebelum isu PHK mencuat, PT Gudang Garam memang disebut sedang menghadapi masa sulit.

Penjualan rokok yang terus menurun membuat perusahaan menghentikan pembelian tembakau dari petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Temanggung selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Indonesia.

Tembakau dari wilayah tersebut bahkan sudah puluhan tahun menjadi bahan baku utama industri rokok besar, termasuk Gudang Garam.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DPC Temanggung, Siyamin, mengungkapkan bahwa perusahaan rokok asal Kediri itu sudah tidak membeli tembakau petani sejak tahun lalu.

“Gudang Garam tidak ambil tembakau dari Temanggung sejak tahun lalu. Itu pun sebenarnya petani tidak terlalu mempermasalahkan,” ujarnya.

Baca juga: Daftar Manfaat Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, Bukan Hanya untuk Hari Tua

Menurut Siyamin, ada beberapa alasan di balik kebijakan ini. Pertama, stok tembakau di gudang perusahaan masih melimpah.

Kedua, omzet penjualan rokok mengalami penurunan. Ketiga, tingkat produksi rokok juga ikut menurun.

Hal tersebut ia ketahui saat bersama sejumlah pejabat Kabupaten Temanggung, termasuk bupati, melakukan kunjungan ke pabrik Gudang Garam di Kediri.

“Dari pihak pabrikan bilang stok tembakau Temanggung masih banyak, jadi sementara mereka tidak menyerap hasil panen lagi,” jelas Siyamin.

Baca juga: Penerima akan Dibatasi, Pendataan NIK Jadi Syarat Akses LPG 3 Kg Subsidi Mulai Tahun Depan

Meski isu PHK karyawan Gudang Garam viral dan membuat resah, pihak manajemen pabrik di Tuban menegaskan tidak ada pemutusan hubungan kerja.

Namun, tantangan yang dihadapi industri rokok nasional tetap nyata, terutama soal menurunnya daya beli masyarakat yang berdampak pada produksi.(*)

Editor: Brp

Pos terkait