Masih kata Rudy, kondisi Pulau Bintan sedang mengalami defisit air baku. Waduk Kawal ini adalah harapan jangka pendek, karena bisa memenuhi kebutuhan sekitar 5.000 pelanggan,” jelasnya lebih lanjut.
Ditegaskannya, tidak kunjung terlaksananya pembangunan infrastruktur pendukung Waduk Kawal, menunjukan adanya koordinasi yang kurang baik antar instansi terkait.
Sehingga prosesnya tidak berjalan simultan. Karena seharusnya pembangunan itu berjalan seiringan.
“Apalagi melibatkan beberapa instansi. Seperti sekarang ini, Waduknya sudah selesai sejak 2019 lalu, tetapi harus menunggu proyek dari Satker lain,” tutupnya.(*)
Editor : Ags





