Proyek Kabel Laut Batam-Pulau Buluh Tersendat

Pekerja lepas pantai
Pekerjaan kabel laut Batam-Pulau Buluh mulai dilaksanakan oleh PLN. F. Instagram @gnfi

Medianesia.id – Rencana pekerjaan strategis PLN, pembangunan jaringan kabel laut Batam-Pulau Buluh dan Dabo Singkep-Daik, Lingga masih tersendat.

Molornya pembangunan kabel laut ini, disebabkan masih belum tuntasnya izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) terkait pekerjaan tersebut.

Akhir tahun 2022 lalu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memintan PLN untuk segera melaksanakan pembangunan proyek kabel laut dari Batam-Pulau Buluh dan Dabo Singkep-Daik, Lingga.

Karena ini adalah bagian dari program Kepri terang. Program Kepri Terang adalah cita-cita besar yang kita gagas. Dan ini sudah terlaksana sesuai dengan rencana.

“Saat ini, kita menunggu dua kegiatan strategis PLN, yakni kabel laut dari Batam-Pulau Buluh dan Dabo Singkep-Daik, Lingga,” ujar Gubernur Ansar.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Listrik Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, Marzuki, Senin (16/01) di Tanjungpinang mengatakan, Amdal untuk proyek strategis tersebut masih dalam proses.

“Izin pemanfaatan ruang laut sudah diselesaikan oleh PLN. Namun masih terganjal dengan Amdal yang belum selesai,” ujar

Menurut Marzuki pembangunan kabel laut di dua wilayah tersebut sudah terkontrak sejak tahun 2022 lalu. Adapun gambaran proyek ini adalah sebesar Rp37 miliar.

Namun belum bisa dipastikan, kapan mulain jalan. Karena Amdal masih dalam proses. Pengurusan Amdal dilakukan ke Pemerintah Pusat.

“Begitu juga terkait perizinan ruang laut, meskipun Provinsi Kepri punya kewenangan mengelola ruang laut 0-12 mil,” jelas Marzuki.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *