Medianesia.id, Tanjungpinang – PT Panca Rasa Pratama, produsen Teh Prendjak, dipastikan akan memindahkan aktivitas produksinya dari Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ke Kendal, Jawa Tengah.
Keputusan ini menandai berakhirnya jejak industri teh legendaris tersebut di ibu kota Provinsi Kepri.
Relokasi pabrik dilakukan untuk menekan biaya produksi sekaligus memperluas akses pasar domestik, khususnya di Pulau Jawa, Kalimantan, hingga wilayah Indonesia Timur.
Baca juga: Operasi Keselamatan Seligi 2026 Digelar, Pelanggar Lalu Lintas di Tanjungpinang Disasar
Meski demikian, langkah hengkangnya Teh Prendjak juga menjadi sinyal keras terhadap iklim usaha di Tanjungpinang.
Regional Manager PT Panca Rasa Pratama, Mustardi, menilai perhatian pemerintah daerah terhadap pengusaha lokal dan UMKM masih belum optimal.
“Kami berharap Tanjungpinang bisa lebih memberi perhatian kepada pengusaha lokal dan UMKM untuk mempercepat perekonomian. Kalau iklim usaha kuat, investor luar juga tidak akan ragu masuk,” ujar Mustardi, Senin, 2 Februari.
Baca juga: Sejumlah Wilayah di Tanjungpinang Mulai Alami Krisis Air Bersih
Menurut Mustardi, keputusan memindahkan produksi bukan perkara mudah, mengingat Teh Prendjak telah lama melekat dengan Tanjungpinang. Namun, secara bisnis, relokasi dinilai lebih rasional.
Sebagian besar bahan baku, mulai dari daun teh hingga kemasan, berasal dari Pulau Jawa. Dengan pabrik di Kendal, efisiensi logistik dan daya saing produk dinilai akan meningkat signifikan.
“Dengan pabrik di Jawa, akses bahan baku dan pasar menjadi jauh lebih efisien,” jelasnya.
Baca juga: Mangkrak Bertahun-tahun, Pelabuhan Dompak Baru Diwacanakan Direhabilitasi 2027
Ia juga menyebut beberapa daerah lain justru menunjukkan dukungan kuat terhadap produk Teh Prendjak.
“Kami mengapresiasi daerah seperti Tembilahan, Pontianak, dan Pekanbaru yang sangat mendukung hingga kami bisa menjadi market leader di sana,” tambah Mustardi.
Kepergian Teh Prendjak memunculkan kritik terselubung terhadap Pemerintah Kota Tanjungpinang yang dinilai belum mampu menciptakan ekosistem industri yang kondusif bagi pelaku usaha lokal berskala menengah.
Menanggapi wacana PT Prendjak, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah tidak ambil pusing, soal kepergian pabrik teh tersebut. Ia menilai keputusan perusahaan lebih didorong oleh pertimbangan bisnis.
Baca juga: Warga Pinang Mas Tanjungpinang Keluhkan Air yang Tak Kunjung Mengalir
“Bahan baku mereka rata-rata dari Jawa. Jadi wajar kalau pabriknya dibuka di sana untuk produksi besar-besaran,” ujarnya.
Meski demikian, Lis mengakui bahwa kepergian pabrik Teh Prendjak akan berdampak pada berkurangnya lapangan pekerjaan di Tanjungpinang.
“Kami sedang berupaya mencari peluang kerja baru untuk menggantikan kesempatan kerja yang hilang akibat relokasi ini,” pungkasnya.(Mhd)
Editor: Brp





