Produktivitas Tenaga Kerja Kepri Peringkat Tiga Nasional, Tapi Pengangguran Masih Tinggi

Produktivitas Tenaga Kerja Kepri Peringkat Tiga Nasional, Tapi Pengangguran Masih Tinggi
Ilustrasi. Pekerja di salah satu proyek di Tanjungpinang. Foto: Ismail

Medianesia.id, Tanjungpinang – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menempati peringkat ketiga nasional dalam produktivitas tenaga kerja, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024 yang diolah oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Capaian ini menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022, Kepri berada di posisi kelima, naik ke posisi ketiga pada 2023, dan berhasil mempertahankannya pada 2024.

Tercatat, rata-rata produktivitas tenaga kerja di Kepri pada 2024 mencapai Rp200,12 juta per orang, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka Rp89,33 juta. Angka ini juga meningkat dibandingkan 2023 (Rp196,25 juta) dan 2022 (Rp164,5 juta).

Kepri hanya kalah dari DKI Jakarta (Rp421,13 juta) dan Kalimantan Timur (Rp288,81 juta), menjadikannya provinsi dengan produktivitas tertinggi ketiga secara nasional.

Namun di balik capaian itu, Kepri masih menghadapi tantangan besar. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di awal 2024 masih berada di posisi kedua tertinggi secara nasional, yaitu 6,94%. Di atasnya adalah Provinsi Banten (7,02%), sementara posisi ketiga ditempati Jawa Barat (6,91%).

Secara metodologis, produktivitas tenaga kerja dihitung dari rasio Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap jumlah tenaga kerja. Indikator ini mencerminkan efisiensi ekonomi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di suatu daerah, serta menjadi ukuran penting dalam menilai keberhasilan pembangunan.

Peningkatan produktivitas Kepri dipicu oleh pertumbuhan sektor industri, meningkatnya investasi terhadap tenaga kerja terampil, serta keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan efisiensi sistem kerja dan memperkuat kualitas SDM.

Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, menyambut baik capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat Kepri.

“Capaian ini adalah buah dari kerja keras semua pihak. Ke depan, kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan, pendidikan vokasi, serta kebijakan yang mendukung produktivitas,” ujar Gubernur Ansar.

Ia menambahkan, Pemprov Kepri akan terus mendorong inovasi dalam memperkuat ekosistem investasi dan industri, agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kita tidak boleh cepat puas. Kepri akan terus mengembangkan SDM unggul dan memperluas digitalisasi industri agar pertumbuhan ekonomi kita inklusif, merata, dan berkelanjutan,” tegasnya. (Ism)

Editor: Brp

Pos terkait