medianesia.id, Batam-Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kepri, Diki Wijaya mengatakan, progres Pendapatan Daerah terus menunjukan grafik yang menanajak.
“Dari priode Januari-Juli 2023, penpdatan pajak yang masuk mendekati angka Rp900 miliar,” ujar Diki Wijaya, Minggu (20/8/2023) di Batam.
Dijelaskannya, apabila dibandingkan dengan realisasi pada Juni 2023 yang terkumpul sebanyak Rp 750 miliar, angka itu meningkat sekitar Rp 150 miliar.
“Artinya sampai Juli 2023 lalu, kita sudah memenuhi target sebesar 66,50 persen. Karena target yang ditetapkan adalah sebesar Rp1,3 triliun,” jelasnya.
Pria yang pernah duduk sebagai Sekretaris Bapenda Kepri ini menyebutkan, adapun 5 sektor pajak daerah yang menjadi motor penggerek pendapatan daerah.
“Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Pajak Kendaraan Bermotor (BBN-KB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB), Pajak Air Permukaan (PAP), dan Pajak Rokok,” jelasnya.
Lebih lanjut katanya, PBB-KB yang terealisasi paling tinggi, yakni sebesarRp 279.867 miliar. Kemudian disusul dengan PKB dengan realisasi sebesar Rp 275.498 miliar, dan BBN-KB yang terealisasi sebesar Rp 240.326 miliar.





