Medianesia.id, Batam – Presiden Prabowo Subianto melakukan penghematan besar-besaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, dengan total pemangkasan mencapai Rp 306,69 triliun.
Salah satu pos belanja yang mengalami pemangkasan adalah perjalanan dinas kementerian/lembaga, yang dikurangi hingga Rp 256,1 triliun atau 53,9% dari anggaran sebelumnya.
Langkah ini ditegaskan melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025.
Instruksi ini mengamanatkan pemotongan anggaran di 16 pos belanja negara guna meningkatkan efisiensi dan mengalihkan dana untuk program prioritas.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci pos-pos anggaran yang dikurangi dalam Surat Edaran S-37/MK.02/2025, yang diterbitkan pada 24 Januari 2025.
Surat tersebut dikirimkan kepada seluruh Menteri, Kepala Lembaga, Kapolri, Jaksa Agung, hingga pimpinan kesekretariatan lembaga negara.
Dalam surat itu, pemerintah menegaskan bahwa efisiensi belanja mencakup berbagai sektor, termasuk perjalanan dinas, kegiatan seremonial, hingga pengadaan alat tulis kantor (ATK).
Berikut daftar lengkap 16 pos anggaran yang dipangkas beserta persentase penghematannya:
Alat tulis kantor (ATK): 90%
Percetakan dan souvenir: 75,9%
Sewa gedung, kendaraan, dan peralatan: 73,3%
Belanja lainnya: 59,1%
Kegiatan seremonial: 56,9%
Perjalanan dinas: 53,9%
Kajian dan analisis: 51,5%
Jasa konsultan: 45,7%
Rapat, seminar, dan sejenisnya: 45%
Honor output kegiatan dan jasa profesi: 40%
Infrastruktur: 34,3%
Diklat dan bimbingan teknis (bimtek): 29%
Peralatan dan mesin: 28%
Lisensi aplikasi: 21,6%
Bantuan pemerintah: 16,7%
Pemeliharaan dan perawatan: 10,2%
Fokus pada Efisiensi dan Prioritas Nasional
Presiden Prabowo menekankan bahwa pemangkasan perjalanan dinas akan menghasilkan penghematan lebih dari Rp 20 triliun.
Dana ini bisa dialokasikan untuk sektor yang lebih mendesak, seperti perbaikan infrastruktur pendidikan.
“Perjalanan dinas dikurangi, saya potong setengah. Dengan itu, kita bisa hemat lebih dari Rp 20 triliun. Berapa puluh ribu gedung sekolah yang bisa diperbaiki dengan uang sebesar itu?” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2025).
Selain perjalanan dinas, pemotongan terbesar lainnya mencakup kegiatan seremonial (56,9%), rapat dan seminar (45%), serta jasa konsultan (45,7%).
Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa belanja negara lebih efektif dan tidak digunakan untuk kegiatan yang tidak esensial.(*)
Editor: Brp





