Medianesia.id, Tanjungpinang – Polresta Tanjungpinang terus mendalami penyebab di balik tewasnya seorang remaja perempuan berinisial KK (16) yang ditemukan dalam kondisi tergantung di rumahnya, kawasan Perumahan Bumi Air Raja, Kilometer 15, Kamis siang, 31 Juli 2025.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, mengatakan penyidik masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti untuk mengungkap motif di balik dugaan bunuh diri tersebut.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban meninggal karena asfiksia atau kekurangan oksigen,” ungkapnya, Jumat, 1 Agutus 2025.
Namun demikian, lanjut Kapolresta, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti korban nekat mengakhiri hidupnya. Penyelidikan terus kami lakukan untuk mengetahui secara pasti apa yang mendorong korban melakukan tindakan itu.
Menurut Kombes Pol Hamam, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan beberapa barang bukti, seperti tali pinggang dan sarung yang diduga digunakan korban. Selain itu, keterangan dari pihak keluarga, teman dekat, hingga lingkungan sekitar korban tengah dikumpulkan.
“Kami masih memintai keterangan dari orang tua dan saksi-saksi lain. Namun, sampai saat ini, keluarga belum bisa menjelaskan alasan atau persoalan yang mungkin dihadapi korban sebelum kejadian,” tambahnya.
Sebelumnya, korban yang masih duduk di bangku SMA swasta ditemukan oleh ayahnya dalam kondisi tergantung di dalam kamar sekitar pukul 12.50 WIB. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.(Ism)
Editor: Brp





