Medianesia.id, Tanjungpinang – Polisi memastikan penyebab kematian HF, seorang pemuda yang ditemukan tewas tergantung di dapur rumahnya di kawasan Perumahan Mahkota Alam Raya, Kelurahan Batu 9, Tanjungpinang, pada 7 Agustus 2025 lalu, murni karena gantung diri.
Kepastian itu diperoleh setelah dilakukan autopsi oleh tim forensik pada 13 Agustus 2025, sepekan setelah korban dimakamkan. Proses autopsi dilakukan dengan cara ekshumasi atau pembongkaran makam.
“Hasil ekshumasi dan autopsi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban,” jelas Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, Jumat, 29 Agustus 2025.
Hamam menambahkan, kesimpulan ini sejalan dengan hasil visum yang sebelumnya sudah diterima keluarga korban.
“Sejak awal kami sudah menawarkan autopsi, namun saat itu keluarga belum bersedia,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Agung Tri Poerbowo, menambahkan permintaan autopsi justru datang dari pihak keluarga belakangan.
“Pihak keluarga yang meminta autopsi, dan seluruh prosesnya disaksikan oleh mereka. Tujuannya agar penyebab kematian korban benar-benar jelas,” kata Agung.
HF sendiri ditemukan meninggal dunia gantung diri di dapur rumahnya. Selain seutas tali, polisi juga menemukan sejumlah alat isap sabu di lokasi kejadian.(Ism)
Editor: Brp





