Medianesia.id – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad angkat bicara terkait kisruh black out listrik Batam-Bintan awal Tahun Baru 2023 kemarin.
Menurut Gubernur, PLN Batam sudah berkoordinasi dan meminta waktu untuk bertemu menyampaikan persoalan ini.
Ditegaskan Gubernur, ia masih menunggu laporan hasil investigasi dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang turun ke lapangan.
“Pimpinan PLN Batam sudah koordinasi dan minta waktu untuk bertemu,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Kamis (05/01/2023) kemarin di Aula Kantor Gubernur Kepri.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengaku heran, kenapa terjadi black out listrik Batam Bintan pada awal Tahun Baru 2023. Karena PLN Batam menyatakan tidak ada pemadaman listrik.
“Apa penyebabnya, nanti kita akan minta penjelasan langsung dari Pimpinan PLN Batam. Begitu juga mengenai keandalan energi di Batam,” tegas Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Batam Muhammad Irwansyah Putra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Rabu (04/01/2023) di Graha Kepri Batam mengatakan penyebabnya masih belum ketemu.
Menurut Muhammad Irwansyah Putra, bagi mengungkap apa yang menjadi penyebab black out listrik Batam Bintan masih sedang dalam investigasi.
Lebih lanjut katanya, Investigasi tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak Bright PLN Batam namun juga dilakukan oleh investigator dari Kementerian ESDM dan PLN Pusat.
“Jadi sampai hari ini kami belum bisa menjelaskan apa yang menjadi penyebab gangguan transmisi di pembangkit Tanjung Kasam,” jelasnya.*





