PKB Karimun Gagas Bagi-bagi Jamu Hasil Racikan ke Warga Sedang Jalani Isoman

Ketua DPC PKB Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani (dua dari kiri) sedang meracik jamu untuk kemudian disumbangkan ke lokasi karantina terpadu dan warga yang menjalani isolasi mandiri.

Medianesia.id, Karimun – Gebrakan dalam melawan virus Corona dilakukan Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Caranya dengan menginisiasi peracikan obat-obatan hasil ramuan tanaman obat keluarga atau jamu.

Bahan jamu mereka peroleh dari tanaman obat keluarga milik masyarakat yang ditanam sekitar pekarangan rumah.

Ketua DPC PKB Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani mengatakan, ramuan obat tradisional itu diracik bersama-sama dengan melibatkan beberapa organisasi mulai dari pengurus DPC PKB, guru PAUD yang tergabung didalam Himpunan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Indonesia (Himpaudi), Perempuan Bangsa, Muslimat NU dan Fatayat NU.

“Kegiatan meracik obat-obatan tradisional yang dibuat dalam bentuk jamu merupakan lanjutan dari dapur umum PKB Aksi Melayani Isoman atau AMI,” kata Ketua DPC PKB Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani.

Sehingga racikan jamu yang dibuat memang dikhususkan bagi pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah dan pasien yang menjalani karantina terpusat di SMAN 4 Karimun dan SMKN 1 Karimun, rumah sakit.

“Selain itu jamu hasil racikan kawan-kawan ini juga kita persembahkan bagi anggota tim gugus tugas di pelabuhan Tanjungbalai Karimun,” ujar Novi.

Dikatakan Nyimas Novi, ide dalam membuat obatan tradisional itu berawal dari informasi kelangkaan obat obatan di apotek dan rumah sakit, sebagaimana keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi beberapa hari kemarin.

Selain itu juga berdasarkan pengalaman dirinya sendiri yang sempat terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu.

“Saat menjalani isoman, ada rekan yang mengantarkan obat tradisional dan ternyata cocok. Isinya adalah campuran daun-daunan dan rempah-rempah, yang mudah didapat di kebun atau pekarangan rumah. Dari situ saya berpikir kenapa tidak coba sharing pengalaman saya ini, makanya jadi lah kita menyediakan obat alternatif ini bagi masyarakat,” paparnya.

Adapun racikan daun-daunan dan rempah yang dibuat, berupa daun jambu batu, daun serai, jeruk lemon, gula merah, jahe, kunyit dan beberapa rempah lainnya.

“Rebusan daun jambu batu bisa meredakan dahak kalau kita batuk berdahak. Kemudian jahe, serai, kunyit berfungsi sebagai anti biotik, lalu masukkan sedikit kencur untuk meredakan influenza. Ini sangat membantu, apa lagi kondisi perekonomian sekarang sedang sulit, maka masyarakat dapat memanfaatkan tanaman yang ada dipekarangan atau yang dijumpai di kebun, lalu diracik dan diminum secara rutin dalam beberapa hari,” kata kakak ipar mantan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun itu.

Ketua DPC PKB Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani (dua dari kiri) sedang meracik jamu untuk kemudian disumbangkan ke lokasi karantina terpadu dan warga yang menjalani isolasi mandiri.

Setelah jadi, jamu hasil racikan tersebut dikemas dalam jumlah ratusan paket dan kemudian diantar ke lokasi karantina terpusat dan rumah-rumah warga yang tengah menjalani isoman.

Novi berencana kegiatan tersebut akan terus berlanjut sampai Covid-19 di Kabupaten Karimun dapat terkendali.

“Ini kerja keroyokan lintas organisasi, dengan harapan agar masyarakat dapat segera pulih melalui obat-obatan alternatif,” katanya.

Dijelaskannya pula, selain jamu atau obat-obatan alternatif, dapur umum PKB AMI juga tetap menyediakan menu makanan dan minuman sehat, berupa air tahu atau susu kacang kedelai dan mie lendir.

Nyimas Novi juga mengajak masyarakat atau organisasi manapun, untuk peduli dan dapat bergerak besama sama membantu pemerintah, mengatasi Covid-19 yang tengah mewabah di Kabupaten Karimun. (cr7)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *