Medianesia.id, Tanjungpinang – Akses Jalan Pelantar II Tanjungpinang mulai dibuka kembali untuk kendaraan pada Rabu, 3 Desember 2025, setelah konstruksi perbaikan dinyatakan rampung secara struktur.
Pembukaan dilakukan siang ini setelah masa umur beton dianggap memenuhi standar kelayakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodian Yantari, mengatakan jalan yang sebelumnya amblas kini sudah dapat dilalui, terutama kendaraan yang menjadi alur masuk distribusi barang ke wilayah tersebut.
“Insyaallah siang ini Pelantar 2 bisa kita buka. Secara teknis sudah layak dilewati,” ujar Rodi.
Pembukaan Pelantar II dilakukan bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang serta Dinas Perhubungan provinsi dan kota untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal.
Baca juga: Perbaikan Pelantar II Tanjungpinang Tuntas, Jalan Masih Ditutup untuk Kendaraan Berat
Pemerintah juga memastikan kendaraan yang melintas harus mengikuti standar beban Muatan Sumbu Terberat (MST) 12–15 ton.
Rodi berharap pembukaan kembali akses ini dapat memulihkan mobilitas masyarakat, khususnya arus logistik menuju Pelabuhan Kuala Riau yang selama ini terdampak setelah jalur tersebut amblas.
“Kita ingin Pelantar 2 langsung bisa dimanfaatkan masyarakat dengan nyaman dan aman,” katanya.
Rodi menjelaskan, perbaikan dilakukan pada titik amblas sepanjang 24,2 meter dengan lebar 6 meter. Proyek ini memakai pondasi borepile full casing, bukan tiang pancang spun pile seperti pada proyek integrasi Pelantar I dan II.
Metode tersebut dipilih karena lokasi konstruksi berdempetan dengan permukiman dan berisiko menimbulkan getaran jika menggunakan pancang.
Baca juga: Perbaikan Jalan Amblas Pelantar II Tanjungpinang Gunakan Standar Bangun Jembatan
“Kalau pakai tiang pancang, getarannya berisiko merusak rumah warga. Jadi harus memakai pondasi borepile full casing. Ini standar jembatan, jadi biayanya tentu lebih besar,” jelasnya.
Biaya perbaikan ditaksir mencapai Rp27–30 juta per meter persegi, setara biaya pembangunan jembatan. Dari pagu anggaran Rp4,5 miliar yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2025, nilai kontrak tercatat Rp3,9 miliar.
Proyek ini juga disesuaikan dengan desain integrasi Pelantar I dan II yang telah dikerjakan sebelumnya, meski menggunakan metode berbeda karena faktor teknis dan lingkungan.
Dengan dibukanya akses jalan Pelantar II , arus barang yang sebelumnya dialihkan ke Pelantar I dan menimbulkan kepadatan diharapkan dapat kembali normal.(Ism)
Editor: Brp





