Medianesia.id, Batam – Di era digital saat ini, koneksi antara manusia dan perangkat pintar semakin erat. Dari smartphone hingga smart home atau perangkat pintar seperti TV pintar, robot vacuum, hingga speaker pintar, semuanya dirancang untuk mempermudah hidup. Namun, kemudahan ini datang dengan risiko, privasi yang terus terpantau.
Pakar keamanan digital Tracy Sheen dari The Digital Guide, dikutip oleh News.com Australia, memperingatkan bahwa semakin banyak perangkat di rumah, semakin banyak pula data pribadi yang dikumpulkan. Ini bukan hanya soal preferensi hiburan, tapi juga kebiasaan sehari-hari yang terekam diam-diam.
“Mayoritas perangkat pintar mengirimkan data pengguna ke perusahaan besar seperti Amazon, Google, Apple, atau Samsung. Tujuannya memang untuk meningkatkan pengalaman pengguna, tapi juga untuk personalisasi iklan,” jelas Tracy.
Apa saja yang Ddkumpulkan, berikut sejumlah perangkat smart home:
- Smart TV mencatat jam tayang dan preferensi tontonan.
- Robot vacuum menyimpan peta rumah Anda.
- Smart speaker tahu musik favorit dan jam bangun tidur Anda.
- Smartphone menyajikan iklan berdasarkan aktivitas aplikasi.
Semua informasi ini dikumpulkan, dianalisis, dan dijadikan dasar untuk membentuk profil digital Anda.
Dengan bantuan kecerdasan buatan, perangkat-perangkat ini perlahan memahami lebih dalam tentang penggunanya, bahkan melebihi yang Anda sadari.
Cara Melindungi Privasi Digital di Rumah Pintar
Jika Anda ingin tetap menikmati kenyamanan teknologi tanpa mengorbankan privasi, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Banyak perangkat pintar memiliki tombol atau opsi mute. Gunakan ini untuk menghentikan pengambilan data suara secara otomatis.
Hanya berikan izin sesuai kebutuhan aplikasi. Hindari memberikan akses ke mikrofon, kamera, atau lokasi jika tidak diperlukan.
Pembaruan perangkat lunak sering kali membawa peningkatan keamanan. Jangan tunda untuk menginstalnya.
Hindari password yang mudah ditebak. Kombinasikan huruf, angka, dan simbol, atau gunakan frasa pribadi yang tidak umum.
Buka pengaturan perangkat dan aplikasi untuk melihat data apa saja yang dikumpulkan. Nonaktifkan fitur yang tidak Anda perlukan.
Konsep rumah pintar seharusnya memberi kenyamanan, bukan menjadi sarana pengawasan 24 jam.
Tanpa pengaturan yang tepat, smart home bisa berubah menjadi penjara digital yang merekam setiap aktivitas penghuninya.
Kunci dari semua ini adalah kesadaran. Semakin Anda memahami bagaimana perangkat bekerja, semakin besar kendali Anda atas data pribadi.
Gunakan teknologi secara cerdas, jadikan perangkat pintar tetap dalam kendali Anda, bukan sebaliknya.(*)
Editor: Brp





