Sukses Berkat Semangat dan Doa
Iman membuktikan dengan semangat dan doa, ia sukses meracik kopi bercita rasa khas hingga memasarkan bubuk kopi racikannya ke berbagai daerah di Indonesia.
Iman pun bercerita awal mula bagaimana ia menanam biji kopi di kebunnya dan mencoba merintis usaha kedai kopi di Kijang, Bintan Timur.
Mulanya, Iman bekerja di sebuah galangan kapal di Kijang, Bintan Timur. Ia adalah penyuka kopi. Hampir setiap hari ia menyeruput kopi.
Saat jam istirahat bekerja, Iman sering mengunjungi kedai kopi. Saat menyeruput kopi itulah, terlintas di pikirannya untuk membuka usaha kedai kopi.
Sambil menikmati kopi, keinginan untuk membuka usaha kedai kopi di Kijang semakin kuat. Ia pun mulai menabung untuk modal awal.
Pada 2010, Iman memberanikan diri memulai membuka usaha kedai kopi. Ia memberi nama kedai kopinya dengan namanya sendiri yaitu ‘Kedai Kopi Iman’.
Saat itu, Iman masih bekerja di perusahaan galangan kapal. Ia pun harus pintar membagi waktu antara membuka usaha kedai kopi dan bekerja.
Awalnya Iman membeli bubuk kopi untuk kedai kopinya. Harga bubuk kopi saat Iman merintis usaha, masih seharga Rp 36 ribu per kilogram.





