Medianesia.id, Tanjungpinang – Aset Pelabuhan Tanjung Moco yang sebelumnya dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Tanjungpinang, kini resmi dikembalikan ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang.
Kepala KSOP Tanjungpinang, Febrianto Dian Iskandar, mengatakan pengambilalihan kembali aset pelabuhan tersebut dilakukan berdasarkan arahan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Ini terkait revisi pencatatan aset. Yang sebelumnya tercatat dari KSOP ke BP Tanjungpinang, kini dikembalikan lagi ke KSOP,” ujar Febrianto, Senin, 15 Desember 2025.
Meski pengelolaan aset telah beralih, aktivitas kepelabuhanan di Pelabuhan Moco dipastikan tetap berjalan normal.
Baca juga: Pelabuhan Moco Diminta Kemenhub, BP Tanjungpinang: Setelah Diserahkan, Akan Kami Ajukan Lagi
Hal itu disampaikan Kepala BP Tanjungpinang, Cokky Wijaya Saputra, usai penyerahan aset.
“Untuk aktivitas bongkar muat tetap berjalan seperti biasa,” kata Cokky.
Ia menegaskan, BP Tanjungpinang juga akan tetap berperan dalam mempromosikan Pelabuhan Moco kepada para investor sebagai bagian dari upaya percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita tetap membawa market dalam rangka percepatan ekonomi,” tambahnya.
Baca juga: Belasan Ribu Warga Kepri Menyerah Cari Kerja
Menurut Cokky, Pelabuhan Tanjung Moco berpotensi berkembang lebih optimal jika dikelola langsung oleh KSOP Tanjungpinang.
Terlebih, meningkatnya aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut dinilai dapat menjadi sarana strategis untuk mempromosikan kawasan Free Trade Zone (FTZ) Pulau Dompak.
Bahkan, pada awal tahun 2026 mendatang, kapal perintis Sabuk Nusantara direncanakan akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Moco.
“Kami akan terus bersinergi dengan KSOP untuk mengembangkan Pelabuhan Tanjung Moco, karena pelabuhan ini berada di kawasan FTZ,” pungkas Cokky.(Mhd)
Editor: Brp





