Pengelola KEK Pariwisata dan Kesehatan Batam Mulai Tinjau Kesiapan Lahan dan Infrastruktur

Pengelola KEK Pariwisata dan Kesehatan Batam Mulai Tinjau Kesiapan Lahan dan Infrastruktur
Pengelola KEK Pariwisata dan Kesehatan Batam Mulai Tinjau Kesiapan Lahan dan Infrastruktur. Foto: Dok Kawasan Ekonomi Khusus.

Medianesia.id, Batam – Dua calon pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, Mayapada Healthcare Group dan Apollo Hospital India, melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan lahan dan infrastruktur pembangunan kawasan tersebut pada Senin (20/1/2025).

Peninjauan ini menyusul penetapan KEK Pariwisata dan Kesehatan Batam melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2024.

Kawasan ini mencakup lahan seluas 47,17 hektare yang terbagi di Sekupang (23,10 Ha) untuk Wisata Kesehatan Terpadu dan Nongsa (24,07 Ha) untuk Pariwisata.

Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto, menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan kawasan untuk pengembangan rumah sakit internasional bertajuk Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH).

“Kawasan ini akan menjadi magnet baru dalam industri kesehatan yang berintegrasi dengan destinasi wisata berstandar internasional,” ujar Enoh dalam siaran pers resmi.

Ia menambahkan bahwa kawasan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan berstandar global, sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai destinasi wisata internasional.

Selain meningkatkan kualitas layanan kesehatan, KEK ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional dan lokal.

Salah satu dampaknya adalah penyerapan tenaga kerja yang diproyeksikan mencapai 105.406 orang hingga 80 tahun ke depan.

“Penyiapan kawasan ini juga akan menciptakan multiplier effect berupa pembukaan lapangan kerja baru yang berdampak langsung pada masyarakat Batam,” kata Enoh.

Dengan target investasi sebesar Rp 6,91 triliun hingga tahun 2032, KEK ini mencakup berbagai fasilitas utama.

Di wilayah Sekupang, akan dibangun rumah sakit internasional, akademi keperawatan bertaraf global, MedTech Park, pusat MICE (Meetings, Incentive, Convention & Exhibition), perumahan dokter, asrama, hotel, dan area ritel.

Enoh juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat untuk mewujudkan kawasan ini. “Langkah strategis ini memerlukan kolaborasi yang solid agar Batam dapat bersaing dengan negara tetangga,” tutupnya.(*)

Editor: Brp

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *