Medianesia.id, Batam – Penerimaan negara di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami pertumbuhan positif sebesar 20,15% (yoy) pada kuartal I/2024. Kenaikan ini didorong oleh penerimaan pajak dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Penerimaan pajak menyumbang Rp 2,2 triliun atau 77,88% dari total pendapatan negara. Sedangkan PNBP mengalami pertumbuhan pesat sebesar 49,22%, ditopang oleh pendapatan dari empat Badan Layanan Umum (BLU), bea lelang, dan piutang negara yang dikelola oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam.
Kinerja positif ini didukung oleh kegiatan ekonomi yang baik, aktivitas produksi dan konsumsi yang terjaga, serta transaksi domestik yang stabil, khususnya pada sektor industri pengolahan.
Sementara itu realisasi belanja APBN di Kepri mencapai Rp3.459,78 miliar atau 19,68% dari total pagu anggaran, dan tumbuh 22,8% (yoy). Transfer ke Daerah (TKD) telah terealisasi sebesar Rp1.953,35 miliar (24,29% dari pagu), tumbuh 6,49% (yoy).
Kantor Bea dan Cukai (BC) Batam memainkan peran penting dalam menunjang penerimaan negara di Kepri.
Hingga 31 Maret 2024, BC Batam telah mencapai Rp98,42 miliar atau 14.92% dari target tahunan 2024. Penerimaan terbesar berasal dari bea masuk (Rp79,01 miliar), cukai (Rp10,43 miliar), dan bea keluar (Rp8,97 miliar).
“Wilayah kerja BC Batam merupakan kawasan bebas, yang didesain untuk mendorong kemajuan perdagangan, investasi, dan kegiatan inovasi teknologi,” ujar Kepala Bea Cukai (BC) Batam, Rizal.(*/Brp)
Editor: Brp





