Medianesia.id, Jakarta – Pavel Durov, pendiri Telegram, kembali melontarkan kritik pedas terhadap aplikasi pesaingnya, Signal.
Kali ini, ia mencurigai Signal memiliki hubungan dengan Pemerintah Amerika Serikat dan tidak seaman yang dibayangkan.
Durov menuduh Signal menerima dana USD 3 juta dari Open Technology Fund (OTF) yang disponsori pemerintah AS. Ia juga menuding Signal menggunakan pesan pribadi pengguna untuk melawan mereka di pengadilan atau media AS.
Tak hanya itu, Durov juga mencurigai WhatsApp dan aplikasi lain asal AS menggunakan enkripsi yang dibantu pengembangannya oleh pemerintah AS.
Ia mempertanyakan mengapa perusahaan teknologi di AS tidak boleh membuat protokol enkripsi sendiri tanpa campur tangan pemerintah.
Durov bukan pertama kalinya mengkritik WhatsApp dan Signal. Sebelumnya, ia pernah mengklaim WhatsApp tidak aman dan Telegram lebih unggul dalam hal privasi.





