Pencarian Masih Terus Dilakukan, Empat Korban Bencana Longsor Serasan Natuna Belum Ditemukan

Tim Gabung masih terus melakukan pencarian terhadap empat korban bencana longsor Serasan Natuna yang dinyatakan masih hilang. F. Basarnas

Medianesia.id – Satgas Tanggap Bencana Longsor Serasan dan Serasan Timur, Natuna masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna, Abdul Rahman, selaku SAR Mission Coordinator Tim mengatakan, sampai saat ini, masih ada empat orang korban yang belum ditemukan. 

“Empat orang korban bencana tanah longsor di Kampung Molon, Dusun Genting, Desa Pangkalan, Serasan, Natuna, Kepr masih dalam pencarian tim SAR Gabungan,” ujar Abdul Rahman. 

Dijelaskannya, hari Selasa (14/3/2023) kemarin, tim menemukan dua korban. Sehingga mereduksi jumlah korban bencana longsor yang belum ditemukan menjadi empat orang. 

Menurutnya, jumlah korban jiwa yang sudah ditemukan berjumlah 50 orang. Adapun dari jumlah tersebut, 49 orang sudah teridentifikasi. Sedangkan satu lainnya belum berhasi dikenali. 

“Satu korban terakhir kemarin ditemukan tidak jauh dari yang pertama, bersama dengan yang lain, kami terus melakukan penyisiran, menggali material puing-puing longsor pada titik dicurigai,” jelasnya. 

Lebih lanjut katanya, Basarnas, bersama dengan unsur potensi SAR lainnya akan terus berusaha dan diharapkan hari ini akan terus dapat melakukan upaya pencarian hingga seluruh korban ditemukan.

Ditegaskannya, pencarian melibatkan personel gabungan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Mabes Polri, Brimob, Polda Kepri.

Selain itu ada juga Polres Natuna, Kementerian ESDM, PMI, serta anggota Dewan, tokoh masyarakat, pengusaha, dan sejumlah masyarakat.

la juga berharap, setelah akses jalan penghubung antar kedua desa terhubung, beberapa fasilitas dapat diperbaiki sembari proses pencarian tetap berlangsung.

“Mengingat beberapa desa setelah lokasi longsor terisolir akan listrik, sementara bantuan yang harus dikirimkan ke desa terisolir melaui akses jalan lain dengan memutar, harapannya dapat kembali normal,” tutupnya.*

Sumber : Antara Kepri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *