Medianesia.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Natuna menyatatakan sebanyak 54 orang menjadi korban dalam musibah bencana longsor Serasan Natuna yang terjadi awal Maret 2023 lalu.
Namun dari jumlah tersebut, Tim Gabungan Tanggap Bencana Longsor Serasan Natuna hanya berhasil menemukan 50 orang korban.
Meskipun sudah memperpanjang waktu pencarian, namun Tim Gabungan Tanggap Bencana Longsor Serasan tidak berhasil menemukan 4 korban yang dinyatakan masih hilang.
“Terhitung hari ini, Minggu (19/3/2023) aktivitas pencarian terhadap korban bencana longsor di Serasan Natuna dihentikan,” ujar Bupati Natuna Wan Siswandi di Serasan Natuna.
Dikatakannya, ia selaku Komandan Tim Gabungan Tanggap Bencana, memohon maaf yang sebesar besarnya kepada pihak keluarga seluruh korban, apabila upaya yang telah dilakukan belum maksimal.
Namun pihaknya sudah mencoba melakukan semua hal yang bisa lakukan. Bahkan juga sudah mengerahkan segala sumber daya yang ada.
“Kepada keluarga korban yang belum dapat diketemukan, sekali lagi kami memohon maaf sekiranya keluarga dapat mengikhlaskan,” jelasnya.
Bupati Natuna juga berterima kasih kepada seluruh Tim SAR gabungan yang telah bekerja keras melakukan pencarian dan pertolongan sejak kejadian hingga hari terakhir operasi SAR dilakukan pada Sabtu (18/3).
“Terima kasih kepada seluruh tim dan kepada seluruh warga, manakala selama keberadaan kami di Serasan terdapat kekurangan kami juga memohon maaf,” katanya.
Selama pencarian ditemukan 50 korban dan 4 orang masih dinyatakan hilang Upaya pencarian dilakukan dengan mengerahkan alat berat drons dan K-9 dengan mengerah enam anjing pelacak.
“Tidak kurang dari 700 orang personel yang tergabung dalam unsur SAR Gabungan telah melakukan upaya pencarian dan evakuasi,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna Abdul Rahman.
Kemudian, terkait korban yang belum ditemukan, pihak keluarga mengaku telah mengikhlaskan. Abdul Rahman menyampaikan belangsungkawa atas musibah yang terjadi serta memohon maaf bila upaya pencarian dan pertolongan belum maksimal.
la juga mengatakan meskipun operasi SAR telah dihentikan, namun Basarnas akan terus melakukan pemantauan melalui anggota Unit Siaga SAR Serasan.
“Dengan berakhirnya Operasi Pencarian dan Pertolongan (Operasi SAR) pada hari ke 13 dan melalui hasil kesepakatan bersama, maka secara resmi Operasi Pencarian korban Longsor di Serasan, ditutup. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh unsur terkait di Serasan,” ujar Abdul Rahman.*
Sumber : Antara Kepri





