Pemprov Kepri tandatangani MoU persiapan pembangunan jembatan Batam – Bintan

Medianesia.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) bersama Bank Investasi Infrastruktur Asia atau Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menandatangani MoU persiapan pembangunan jembatan Batam – Bintan.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan penandatanganan MoU tersebut sudah dibahas secara matang di tingkat pemerintah pusat, baik di Kementerian PUPR hingga Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Makanya hari ini dilakukan penandatanganan MoU secara parsial, mudah-mudahan setelah ini atmosfir pengerjaannya lebih cepat,” kata Gubernur Ansar usai penandatangan MoU di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin.

Ansar menyebut dalam MoU itu disepakati bahwa AIIB siap mendanai pembangunan jembatan penghubung Pulau Batam dan Bintan itu. Namun, khusus dari sisi Kabil ke Tanjung Sauh, dengan total investasi sebesar Rp4,5 triliun dan panjang jembatan sekitar 2.170 meter.

Sementara, dari Tanjung Sauh ke Pulau Ngenang sepanjang 293 meter, dan Pulau Ngenang ke Tanjung Taluk 3.814 meter. Rencananya akan menggunakan sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

“Jadi, total panjang jembatan ini sekitar 6.29 kilometer serta ditambah jalan sepanjang 8.67 kilometer. Total investasinya sekitar Rp14 triliun,” ungkap Ansar.

Lebih lanjut Gubernur Ansar menyampaikan untuk pembangunan jembatan Batam – Bintan yang didanai AIIB dari Kabil ke Tanjung Sauh itu direncanakan mulai dilelang akhir tahun 2023 atau awal tahun 2024.

Saat ini, menurut Ansar, hanya tinggal menunggu survei penyelidikan tanah atau soil investigation di 20 titik, karena itu memerlukan waktu 10 bulan. Selain itu, ada beberapa sertifikat lahan proyek yang perlu diselesaikan.

“Semoga proyek ini berjalan lancar. Tahun lalu empat kali Presiden Jokowi datang ke Kepri, dengan pertimbangan sosial ekonomi, beliau berkomitmen akan menyelesaikan pembangunan jembatan ini,” ungkap Ansar.

Menurutnya, rencana pembangunan megaproyek jembatan Batam – Bintan ini memang harus terjadi, karena diyakini mampu menjadi mesin penggerak perekonomian Kepri dan bahkan strategis untuk mendongkrak perekonomian nasional.

Sumber:antara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *