“Kami memahami betapa vitalnya BBM bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Kepulauan Riau. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dan masyarakat Kepulauan Riau dalam mengoptimalkan penggunaan BBM,” ujarnya.
Erika mengatakan, BPH Migas akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, industri, dan masyarakat untuk mengedukasi tentang pentingnya penggunaan BBM yang hemat.
Serta memberikan rekomendasi mengenai teknologi ramah lingkungan yang dapat mengurangi konsumsi BBM tanpa mengorbankan kinerja.
“Program sosialisasi dan rekomendasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung upaya ini demi menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan sejahtera bagi semua,” terangnya.
Sementara itu, Asisten 2 Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau, Luki Zaiman Prawira, menekankan selama ini pihaknya telah menyesuaikan tindakan terhadap amanat Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Salah satu langkah strategisnya dengan pembentukan tim pengendalian distribusi BBM bersubsidi, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Penyederhanaan Prosedur Penyaluran BBM Bersubsidi untuk Nelayan, dan kolaborasi dalam pembinaan perusahaan kecil lokal.





