Sebab, pihaknya ingin membangun hubungan harmonis dan saling menguntungkan dengan Negeri Sarawak, karena Kepri dan Sarawak memiliki banyak kesamaan, baik dari segi budaya, geografis, maupun ekonomi.
“Kami juga ingin memanfaatkan posisi strategis Kepri sebagai daerah perbatasan yang menjadi episentrum pembangunan kewilayahan daerah perbatasan,” ujar Ansar.
Dalam kesempatan itu, Ansar juga menawarkan potensi kerja sama antara Pemerintah Sarawak dan Kabupaten Karimun, Kepri.
Karimun sebagai salah satu daerah perdagangan bebas atau Free Trade Zone tentu memiliki segudang potensi yang bisa dimanfaatkan investor asal Sarawak.
Sementara itu, Premier Sarawak menyambut baik kunjungan Gubernur Ansar dan menyatakan kesiapannya untuk menjalin kerja sama dengan Kepri.
Ia mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemprov Kepri dalam mengembangkan kawasan perbatasan, khususnya dengan membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Serasan, Kabupaten Natuna.





