Pemprov Kepri Dorong Penggunaan QRIS, Ansar: Transaksi Digital Harus Makin Masif

QRIS
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan perluasan penggunaan QRIS sangat penting untuk mendukung peningkatan Indeks Digitalisasi Daerah. Foto: Diskominfo Kepri

Medianesia.id, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendorong masyarakat untuk semakin memaksimalkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam setiap transaksi jual beli, baik di pasar tradisional, pusat perbelanjaan modern, hingga layanan transportasi.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan perluasan penggunaan QRIS sangat penting untuk mendukung peningkatan Indeks Digitalisasi Daerah.

Ia menyebut, hasil pertemuan Pemprov Kepri dengan Bank Indonesia menegaskan perlunya edukasi yang lebih masif kepada pelaku usaha dan masyarakat.

“Bagus, kita dorong terus penggunaan QRIS. Ini berkaitan dengan indeks digitalisasi daerah. Waktu pertemuan bersama BI, kita minta BI lebih mengintensifkan edukasi ke pusat-pusat kegiatan ekonomi, seperti pasar,” kata Ansar.

Baca juga: HUT Korpri ke-54, Wagub Nyanyang Minta ASN Kepri Tingkatkan Kinerja dan Integritas

Menurutnya, pemanfaatan QRIS harus dibiasakan dalam transaksi harian, termasuk pembelian tiket kapal dan layanan umum lainnya.

“Kita harus didik para penjual untuk bertransaksi lewat QRIS, termasuk masyarakat pembeli. Kalau bisa, sebagian besar transaksi masyarakat Kepri memakai QRIS. Ini menjamin keamanan, kemudahan, dan kenyamanan,” tegasnya.

QRIS
Gubernur Ansar menerima penghargaan Pemerintah Provinsi dengan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terbaik pada 2022 lalu. Foto: Diskominfo Kepri

Selain itu, Gubernur Ansar juga menyoroti penurunan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Kepri dari 99,75 menjadi 98,8 pada tahun ini.

Oleh karean itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan pemanfaatan kanal pembayaran digital seperti QRIS, Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), dan sistem transaksi elektronik lainnya.

Baca juga: Gubernur Ansar Dorong Kepri Lolos PON 2027, Minta Pembinaan Sepak Bola Diperkuat

“Digitalisasi bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mempercepat reformasi birokrasi dan pelayanan publik,” ujar Ansar.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto, menyebut, transaksi QRIS di Kepri tumbuh pesat, naik 194 persen dengan nilai transaksi mencapai Rp9,04 triliun sepanjang Januari–Oktober 2025. Menurutnya, digitalisasi memberi manfaat besar bagi pelaku UMKM.

“Digitalisasi mempermudah UMKM bertransaksi dan meningkatkan akses pembiayaan melalui jejak transaksi digital,” jelasnya.

QRIS merupakan standarisasi nasional pembayaran menggunakan kode QR dari Bank Indonesia yang dikembangkan bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). QRIS memungkinkan transaksi digital yang lebih cepat, mudah, aman, dan andal.(ADV)

Editor: Brp

Pos terkait