Medianesia.id, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp30,5 miliar untuk sektor kelautan dan perikanan pada 2025 mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Adi Prihantara, menyambut baik dukungan ini, yang dinilai akan mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan di wilayah Kepri.
“Alhamdulillah, dukungan anggaran ini akan sangat membantu dalam mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan di wilayah kita,” ujar Adi di Tanjungpinang, Kamis (31/10).
Menurut Adi, DAK ini akan mendukung percepatan program ekonomi biru yang berfokus pada pengembangan sektor maritim, sesuai dengan tema “Merajut Permata Biru Ekonomi Gerbang Utara Indonesia” yang digagas pemerintah pusat.
Ia menegaskan, kerangka ekonomi biru ini berupaya mengoptimalkan potensi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman sumber daya laut, serta posisi strategis Indonesia dalam ekonomi dan politik di kawasan.
“Kepri dengan wilayah laut yang mencapai 96 persen dan berbatasan dengan banyak negara sangat cocok untuk mengembangkan konsep ekonomi biru guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Adi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Sementara itu, Anggota DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, berharap agar anggaran tersebut dapat dioptimalkan untuk memperkuat kapasitas nelayan, baik di bidang budidaya, perikanan tangkap, maupun pengolahan.
“Anggaran ini harus mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat nelayan agar mereka semakin berdaya dan sejahtera,” kata Wahyu.
Selain itu, Politis PKS ini berharap agar DAK untuk sektor kelautan dan perikanan di Kepri dapat ditingkatkan menjadi Rp100 miliar di masa mendatang. Mengingat Kepri sebagai wilayah maritim dan pintu gerbang di wilayah Utara Indonesia. (Ism)
Editor: Brp





