Medianesia.id, Batam – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar pada APBD 2026 untuk membangun dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) baru di Kota Batam.
Dua sekolah yang akan dibangun tersebut yakni SMKN 13 Batam dan SMKN 14 Batam, dengan masing-masing sekolah mendapatkan anggaran Rp5 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan setiap unit SMK akan dibangun dengan enam ruang kelas baru, termasuk ruang majelis guru dan ruang kepala sekolah.
Baca juga: Tanpa Masterplan Drainase, Banjir Tanjungpinang Sulit Dituntaskan
“Total anggarannya Rp10 miliar. Masing-masing sekolah Rp5 miliar, dengan enam ruang kelas baru beserta ruang penunjang,” ujar Andi Agung di Tanjungpinang.
Ia menjelaskan, pembangunan dua SMKN baru tersebut akan berlokasi di wilayah Tanjung Uncang dan Bengkong, Kota Batam, dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Menurutnya, pembangunan SMK baru ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Kepri dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat perkotaan dengan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat seperti Batam.
Baca juga: DPRD Kepri Sampaikan Hasil Reses di Tanjungpinang-Natuna
“Tujuannya agar anak-anak bisa bersekolah lebih dekat dengan tempat tinggalnya, sekaligus mengurangi kepadatan di sekolah-sekolah yang sudah ada,” jelasnya.
Selain pemerataan akses, Andi Agung menyebut pembangunan SMK baru juga didorong oleh meningkatnya minat siswa di Kepri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK dalam beberapa tahun terakhir.
Ia memaparkan, pada tahun 2022, minat siswa masuk SMK di Kepri masih sekitar 35 persen, sementara 65 persen memilih SMA. Namun, kondisi tersebut kini berbalik.
Baca juga: Pemprov Kepri Tak Berlakukan WFO 3 Hari, ASN Tetap Full Kerja
“Sekarang sekitar 57 persen siswa memilih SMK dan 43 persen SMA. Ini menunjukkan tren pendidikan vokasi semakin diminati,” ungkapnya.
Karena itu, Disdik Kepri menilai perlu adanya penambahan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk ketersediaan tenaga pendidik yang memadai, agar lulusan SMK memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri di Kepri yang terus berkembang.
“Kita ingin lulusan SMK benar-benar siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” tegas Andi Agung.
Baca juga: Remaja di Tanjungpinang Nyaris Diamuk Masa usai Kepergok Curi Helm
Selain pembangunan SMK baru, Disdik Kepri juga mengusulkan bantuan pendanaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) untuk pembangunan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) baru di Batam, salah satunya di kawasan Sei Beduk.
Tak hanya itu, usulan revitalisasi ruang kelas baru (RKB) serta sarana pendukung seperti toilet di satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB Negeri di Kepri juga telah diajukan.
“Pada tahun 2025 lalu, Kepri mendapat bantuan APBN untuk pembangunan dua SMA baru di Batam dan Karimun. Keduanya sudah rampung, dan tahun ini kita berharap bisa kembali mendapatkan bantuan dari pusat,” pungkasnya.(Ism)
Editor: Brp





