Pemprov Kepri Anggarkan Rp1 Miliar untuk Lomba Perahu Naga 2025

Iven lomba perahu naga di Tanjungpinang. Foto: Diskominfo Kepri

Medianesia.id, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar pada tahun 2025 untuk mendukung acara lomba perahu naga di Kota Tanjungpinang.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, saat menutup Lomba Perahu Naga 2024 di Pelantar III, kemarin.

“Kami sudah mulai membahas RAPBD 2025, dan salah satu usulan kami adalah mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk acara lomba perahu naga,” ujar Ansar.

Menurut Ansar, lomba perahu naga merupakan bagian dari warisan budaya yang telah berjalan selama 133 tahun dan menjadi bagian integral dari wisata heritage di Kepri.

Oleh karena itu, ia mendorong agar perlombaan ini tidak hanya di lestarikan ddiTanjungpinang. Tetapi juga di kembangkan di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Kepri.

“Lomba perahu naga ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antarmasyarakat pesisir dan melestarikan tradisi budaya yang ada di Kepri,” kata Ansar.

Selain sebagai ajang kompetisi, lomba perahu naga diakui Ansar sebagai bentuk pelestarian budaya dan tradisi leluhur. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan laut, mengingat Kepri merupakan provinsi yang di dominasi wilayah lautan.

“Acara sembahyang keselamatan laut ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga ekosistem laut demi keberlangsungan hidup kita bersama,” ucapnya.

Ansar berharap lomba perahu naga ini bisa menjadi ikon penting yang menambah daya tarik pariwisata di Kepri.

“Event ini jadi simbol kebersamaan dan moderasi agama serta budaya. Karena Kepri merupakan provinsi heterogen dengan keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama,” ungkap Ansar.

Sementara itu, Ketua Panitia, Fery Lee, menambahkan lomba perahu naga dan sembahyang keselamatan merupakan tradisi, ritual, dan budaya yang telah terlaksana sejak tahun 1891.

“Pada awalnya perlombaan menggunakan perahu yang sangat sederhana. Namun, dengan semangat dan cinta terhadap budaya ini, kami kini menggunakan perahu naga berbahan fiberglass,” jelas Fery.

Fery juga menekankan kekompakan yang tercipta dalam lomba ini tanpa memandang suku, ras, dan agama. Perlombaan ini di ikuti  berbagai komunitas, termasuk Tionghoa, Melayu, Jawa, dan Bugis.

“Perlombaan perahu naga ini harus kita lestarikan untuk terus memupuk semangat kaum muda Kepri, khususnya Tanjungpinang,” tambahnya.

Pada perlombaan tahun ini, Tim Perahu Naga Pelantar Datok meraih juara pertama, diikuti oleh Tim Perahu Naga Pelantar 3 sebagai juara kedua. Tim Perahu Naga Pelantar 2 sebagai juara ketiga, dan Tim Perahu Naga Pelantar Mutiara 2 mendapatkan juara harapan. (Ism)

Editor: Brp

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *