Medianesia.id, Batam – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam, yang direncanakan mulai 2025, masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyampaikan bahwa pihaknya siap merealisasikan program tersebut setelah ada arahan dan evaluasi lanjutan.
“Kami masih menunggu arahan dari Kemendagri untuk langkah selanjutnya,” ujar Tri kepada ANTARA, Sabtu (30/11/2024).
Program MBG ini dirancang untuk memberikan makanan bergizi kepada siswa di tingkat PAUD, SD, dan SMP di seluruh Kota Batam.
Saat ini, program tersebut sedang dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk menentukan sasaran dan mekanisme pelaksanaannya.
“Kami menunggu hasil evaluasi daerah terkait sasaran program. Semua persiapan terus kami koordinasikan,” tambahnya.
Tri juga menyebutkan bahwa program MBG melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan akan dikoordinasikan secara nasional.
Selain itu, Disdik Kota Batam juga akan berpartisipasi dalam kegiatan serupa yang digagas oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI pada 12 Desember 2024.
“Pada 12 Desember nanti, Bakamla akan melaksanakan pemberian makanan bergizi gratis, dan Disdik Batam akan turut berkoordinasi,” ujarnya.
Program ini diproyeksikan menjangkau 987 sekolah di Batam, mulai dari PAUD hingga SMP. Pemerintah Kota Batam telah menyiapkan anggaran pendampingan senilai Rp65 miliar, meskipun kebutuhan total mencapai Rp650 miliar untuk menjalankan program ini secara penuh.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp650 miliar dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan program MBG secara menyeluruh.
“Kebutuhan kita cukup besar, sekitar Rp650 miliar. Pemkot Batam mempersiapkan anggaran pendampingan sebesar 10,25 persen dari kebutuhan total,” kata Jefridin.
Meskipun tantangan anggaran cukup besar, Pemkot Batam menegaskan komitmennya untuk merealisasikan program ini sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak di wilayah tersebut.(*)
Editor: Brp





