“Tim GovTech bersama Tim SPBE Nasional dan berbagai kementerian/lembaga terus rapat maraton untuk mengintegrasikan berbagai layanan, seperti identitas kependudukan digital, SIM, NIP, paspor, dan sebagainya,” kata Anas.
Pada tahap awal, terdapat sembilan layanan prioritas yang terintegrasi, yaitu pendidikan, kesehatan, layanan bantuan sosial, SIM, izin penyelenggaraan event, pembayaran digital, layanan ASN, dan administrasi kependudukan.
“Targetnya sembilan layanan prioritas ini selesai di bulan Mei. Secara paralel, di siapkan integrasi lainnya, seperti keimigrasian, pertanahan, lowongan pekerjaan, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” ujar Anas.
“Konsep layanan digital terpadu ini akan melayani perjalanan hidup manusia, moments of life, dari lahir hingga tutup usia. Semua layanan berbasis digital, seperti di luar negeri. Ketika orang akan melahirkan, tinggal masuk ke sistem, dia tahu dan haknya akan dapat layanan apa saja,” paparnya.
“Ibaratnya, bila selama ini Presiden Jokowi sudah membangun jalan tol secara fisik yang memudahkan mobilitas warga, nah sekarang dibangun jalan tol layanan publik lewat digital yang membuat pelayanan publik bisa makin cepat dan mudah,” pungkas Anas. (Ism)
Editor : Brp





