Pemerintah Kucurkan Rp200 Triliun untuk Perbankan, Saham Bank BUMN Meroket

Pemerintah Kucurkan Rp200 Triliun untuk Perbankan, Saham Bank BUMN Meroket
ilustrasi. Pemerintah akan segera mengalirkan dana segar sebesar Rp200 triliun ke sektor perbankan. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat likuiditas sekaligus mempercepat perputaran ekonomi. Foto: Pixabay.

Medianesia, Jakarta – Pemerintah akan segera mengalirkan dana segar sebesar Rp200 triliun ke sektor perbankan. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat likuiditas sekaligus mempercepat perputaran ekonomi.

Kabar tersebut langsung berdampak positif pada pasar modal. Saham-saham bank milik negara kompak mengalami lonjakan signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (11/9/2025).

Beberapa di antaranya, Bank Negara Indonesia (BNI) naik sekitar 6,10 persen, Bank Mandiri (BMRI) meningkat 2,27 persen, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melesat lebih dari 5 persen, dan Bank Tabungan Negara (BTN) ikut terdongkrak hampir 5,5 persen.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada Pemotongan Anggaran Transfer ke Daerah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pemerintah akan menarik sebagian dana negara yang selama ini mengendap di Bank Indonesia (BI).

Dari total sekitar Rp425 triliun, sebesar Rp200 triliun akan dialihkan ke bank-bank agar bisa segera disalurkan ke masyarakat melalui kredit.

“Fokus utama bukan hanya soal likuiditas, tapi bagaimana memastikan dana ini benar-benar masuk ke kredit, bukan malah dibelanjakan untuk Surat Utang Negara (SUN) atau disimpan kembali di bank sentral,” tegas Purbaya di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Ia juga meminta agar BI tidak menyerap kembali dana tersebut. Dengan begitu, uang bisa tetap berputar di sistem keuangan dan memberi dorongan nyata bagi sektor riil.

Baca juga: Menkeu Purbaya Sebut Pemerintah Salah Urus Fiskal hingga Picu Demo Agustus

Dengan tambahan likuiditas ini, pemerintah berharap sektor perbankan bisa lebih aktif menyalurkan pinjaman, terutama untuk usaha produktif.

Aliran dana tersebut diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka pendek maupun menengah.(*)

Editor: Brp

Pos terkait