Medianesia.id, Batam – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah berupaya mencari sumber-sumber pendapatan baru untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi.
Salah satu upaya yang menjanjikan adalah dengan mengejar potensi pendapatan dari pengusaha nakal dan penjualan kredit karbon.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi potensi pendapatan hingga Rp 400 triliun dari kedua sumber tersebut.
Dana sebesar ini diharapkan dapat memberikan suntikan signifikan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Salah satu sumber dana baru yang paling menjanjikan adalah dari penjualan kredit karbon. Indonesia, dengan luas hutan tropisnya yang kaya, memiliki potensi besar untuk menghasilkan kredit karbon yang dapat dijual kepada negara-negara industri yang berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca.
“Kami akan melelang kredit karbon Indonesia di forum COP 29 di Baku, Azerbaijan,” ujar Hashim.
“Kami optimistis negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Abu Dhabi akan tertarik untuk membeli kredit karbon dari Indonesia,” katanya.
Selain karbon kredit, pemerintah juga akan menindak tegas pengusaha nakal yang menghindari kewajiban pajak.
Hashim menyebutkan bahwa sekitar 300 pengusaha sawit telah diidentifikasi sebagai penunggak pajak.
Dengan potensi pendapatan yang sangat besar, pemerintah berharap dapat memanfaatkan dana tambahan ini untuk mendanai berbagai program pembangunan, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa pemerintah perlu hati-hati dalam mengelola dana tambahan ini agar tidak menimbulkan masalah baru.(*)
Editor: Brp





