Hal senada juga diungkapka Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo. Menurutnya, Bintan merupakan daerah pariwisata pertama yang aksesnya dibuka paska pandemi COVID-19.
Maka dari itu, diperlukan gelaran iven-iven yang dapat pemicu hadirnya wisman.
“Mudah-mudahan upaya kita bersama terus melobi kepada Dirjen Imigrasi dan Pemerintah Pusat dapat didengar dan kebijakan VoA segera diberlakukan” harapnya.
General Manager PT. BRC, Abdul Wahab, mengakui salah satu penyebab berkurangnya peserta dalam ivent dilaksanakan adalah persoalan visa on arrival.
“Kami berharap dengan sangat dengan adanya visa on arrival secara singkat, yang tadinya 50 dollar, menjadi misalnya 10 dollar ini akan lebih memungkinkan ramai peminat yang akan datang untuk berpartisipasi dalam event-event di Bintan,” katanya. (Ism)
Editorl : Brp





