Medianesia.id, Tanjungpinang – Pemerintah terus menggenjot pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penunjang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, memastikan progres pembangunan berjalan signifikan dan kini memasuki tahap percepatan.
Ia menerangkan, dari total 126 dapur 3T yang ditetapkan melalui SK pertama, sekitar 30 hingga 40 persen telah masuk tahap pembangunan di lapangan.
“Dapur 3T untuk Program Makan Bergizi Gratis di Kepri ada 126 titik pada SK pertama. Sekitar 30–40 persen sudah masuk proses pembangunan,” ujarnya di Batam, belum lama ini.
Menurut Wagub, salah satu tahap yang memerlukan waktu lebih lama adalah penentuan lokasi lahan, yang rata-rata membutuhkan satu hingga dua pekan.
Baca juga: Wagub Nyanyang Dorong Penguatan Karakter Siswa Kepri lewat Genta Fest
Setelah lokasi ditetapkan, Pemprov melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kelurahan/desa, sekaligus menyiapkan tenaga masak serta transportasi logistik.
“Pembebasan lahannya semua sudah beres. Yang agak lama itu persiapan logistiknya, seperti siapa yang masak dan bagaimana transportasinya. Tapi sekarang pembangunan sudah berjalan,” jelasnya.

Di sejumlah titik pulau kecil seperti Pulau Geranting dan Pulau Terung (Batam), pembangunan dapur bahkan telah rampung dan siap menuju tahap operasional. Wilayah lain seperti Natuna, Bintan, dan Anambas juga menunjukkan progres pesat.
“Di Natuna, Bintan, dan Anambas sudah mau selesai. Dalam satu sampai dua minggu ini sudah siap untuk pembangunan,” tambah Nyanyang.
Baca juga: Wagub Nyanyang: Laut Kepri Harus Siaga Hadapi Risiko Tumpahan Minyak
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, sebelumnya dengan adanya dapur SPPG di pulau-pulau, masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama pengiriman makanan dari pulau besar.
Ia menyebut, ratusan dapur di wilayah 3T ini diperkirakan mampu menjangkau hingga 48 ribu penerima manfaat MBG. Keberadaan dapur di setiap pulau diyakini akan memperlancar distribusi makanan bergizi.
“Kalau tempat masaknya beda pulau, penyalurannya pasti terkendala. Karena itu pembangunan dapur ini sangat penting,” ujarnya.
Dengan progres pembangunan yang semakin cepat, Pemprov Kepri optimistis seluruh dapur 3T akan segera siap beroperasi dan mampu memberikan layanan pemenuhan gizi bagi penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah di wilayah terpencil.
Program MBG sendiri merupakan komitmen Pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui dukungan sarana dapur yang memadai.(ADV)
Editor: Brp





