Medianesia.id, Batam – PT PLN Batam bergerak cepat dalam memulihkan gangguan pembangkit listrik yang terjadi pada Jumat malam (19/7/2024).
Gangguan yang diakibatkan oleh matinya salah satu unit mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tanjung Uncang ini menyebabkan sebagian wilayah Batam mengalami pemadaman.
Tim PLN Batam langsung bergerak sigap setelah kejadian, melakukan koordinasi dan penormalan bertahap dari sisi pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga ke seluruh pelanggan.
Upaya cepat ini membuahkan hasil, pada pukul 22:15 WIB, seluruh pasokan listrik di Batam telah normal kembali.
“PLTGU Tanjung Uncang merupakan salah satu pembangkit terbesar di Batam. Gangguan mati mesin ini menyebabkan sebagian wilayah Batam padam. Namun, petugas kami segera menjalankan skema pemulihan cepat sehingga dalam waktu kurang dari satu jam, suplai listrik di Batam kembali normal,” jelas Zulhamdi, Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam.

Lebih lanjut, Zulhamdi menjelaskan bahwa durasi padam yang dialami setiap pelanggan berbeda-beda karena beban daya yang perlu dibagikan secara bertahap.
“Ada pelanggan yang hanya mengalami padam selama 15 menit, setengah jam, dan paling lama 1 jam. Hal ini terjadi karena penormalan dilakukan secara bertahap, sehingga cadangan daya PLN Batam yang tersedia didistribusikan kepada pelanggan secara bertahap,” tuturnya.
“PLN Batam menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, stakeholder, dan seluruh masyarakat di Kota Batam atas dukungannya kepada PLN Batam sehingga proses pemulihan dapat berjalan optimal,” pungkas Zulhamdi.(*)
Editor: Brp





