Medianesia.id, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di Kepri.
Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda bersama Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa, 17 Desember 2024.
Dalam rapat tersebut, Ansar menyampaikan koordinasi yang optimal menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Nataru.
“Jangan anggap remeh, karena kelancaran Nataru adalah prioritas bersama,” tegasnya.
Rakor ini membahas berbagai aspek, mulai dari pengamanan, kesiapan transportasi, ketersediaan sembako, pengendalian inflasi, hingga mitigasi bencana.
Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Asep Safrudin, menegaskn Operasi Lilin akan digelar untuk menjaga situasi tetap kondusif mencakup pengamanan 922 objek vital, termasuk gereja, terminal, pelabuhan, bandara, tempat wisata, dan pusat keramaian.
Sebanyak 1.330 personel disiagakan, didukung oleh pendirian pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di seluruh kabupaten/kota.
Di sektor transportasi, Dinas Perhubungan memastikan kesiapan transportasi darat, laut, dan udara. Tercatat ada 55 kapal penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura, 80 kapal di Pelabuhan Batam, serta beberapa kapal tambahan lainnya yang siap beroperasi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode Nataru.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjamin ketersediaan stok sembako dalam jumlah aman. Kanwil Bank Indonesia turut berfokus pada pengendalian inflasi agar harga kebutuhan pokok tetap stabil.
Menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, BPBD Kepri mengingatkan kewaspadaan terhadap angin kencang, gelombang tinggi, dan banjir rob yang diprediksi terjadi pada Desember 2024 hingga Februari 2025. Upaya mitigasi bencana dilakukan melalui pemantauan BMKG, pendirian posko siaga, serta koordinasi lintas instansi.(Ism)
Editor: Brp





