Medianesia.id, Tanjungpinang – Kenaikan harga dan berkurangnya stok sejumlah bahan pokok di Kota Tanjungpinang belakangan ini dipicu oleh beberapa faktor utama.
Asosiasi Distributor Bahan Pokok (AdiBapok) Tanjungpinang mengungkap setidaknya ada tiga persoalan yang menjadi penyebabnya.
Ketua AdiBapok Tanjungpinang, Muhammad Sadmi Al-Qoyyum, mengatakan salah satu faktor utama adalah terganggunya panen di daerah sentra produksi, yang berdampak langsung pada pasokan ke wilayah Kepulauan Riau.
Baca juga: Warga Menjerit Harga Bapok di Tanjungpinang Naik, Satgas Pangan Justru Sebut Kondisi Stabil
“Pertama, memang terjadi kesulitan panen di daerah penghasil. Kedua, adanya bencana alam di wilayah Sumatra yang ikut memutus jalur distribusi,” kata Sadmi, Senin, 15 Desember 2025.
Selain itu, pasokan bahan pokok dari Batam ke wilayah Pulau Bintan, khususnya Tanjungpinang dan Bintan, juga mengalami hambatan akibat pengetatan distribusi.
“Komoditas seperti bawang, cabai, dan minyak goreng rata-rata disuplai dari Batam. Saat ini hampir dua minggu tidak masuk sama sekali,” jelasnya.
Baca juga: Bahan Pokok Mulai Langka, DPRD Kepri Minta Pemerintah Ambil Diskresi
Sadmi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Bea Cukai Batam untuk mencari solusi atas persoalan distribusi tersebut.
“Barang tidak boleh masuk kecuali yang benar-benar lokal dan memiliki asal-usul yang jelas. Ini yang menjadi kendala di lapangan,” tambahnya.
Baca juga: Stok Menipis, Harga Ayam di Tanjungpinang Meroket, Bawang Jawa Mulai Kosong
Meski demikian, AdiBapok menegaskan tetap berupaya menjaga ketersediaan bahan pokok di Tanjungpinang agar tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat.
“Kami terus mencari pasokan dari daerah lain. Namun konsekuensinya, jika barang didatangkan dari luar dengan jalur yang lebih panjang, tentu harga akan ikut meningkat,” ujarnya.
Baca juga: Harga Sembako di Tanjungpinang Merangkak Naik, Gula Pasir Curah Langka
Ia menegaskan, prioritas distributor saat ini adalah memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia, meskipun harga mengalami penyesuaian.
“Fokus kami adalah ketersediaan barang agar masyarakat tidak kekurangan stok,” pungkas Sadmi.(Mhd)
Editor: Brp





