Medianesia.id, Papua Nugini – Negara tetangga Papua Nugini memberlakukan darurat nasional selama 14 hari akibat pecahnya kerusuhan hingga menewaskan 16 orang mulai Jumat (12/1).
Aksi kerusuhan yang diikuti dengan penjarahan dan pengrusakan ini terjadi setelah aparat kepolisian melakukan mogok kerja.
Sebagai bentuk protes atas kebijakan pemotongan gaji pada Rabu (10/1) kemarin. Yang kemudian diklarifikasi pihak berwenangan hal itu merupakan “kesalahan administrasi”.
Dikutip dari BBC News Indonesia, terlepas dari kasus pemotongan gaji, kerusuhan ini diduga tidak terlepas dari “ketegangan yang lebih luas” di Papua Nugini.
Para analis juga menyebut kerusuhan itu meledak dipicu masalah kenaikan biaya hidup dan tingginya pengangguran.
Dapat dilihat dari sejumlah tayangan televisi, tampak ribuan warga di ibu kota Port Moresby melakukan aksi penjarahan di pusat pertokoan.





