Kedua, pelemahan rupiah sebagai dampak memanasnya konflik di timur tengah khususnya konflik Iran-Israel.
“Perkembangan tersebut menyebabkan semakin kuatnya sentimen risk off. Sehingga mata uang emerging markets, khususnya Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS,” katanya dikutip dari Bisnis, Selasa (16/4).
Edi menjelaskan indeks dolar AS atau DXY selama periode libur Lebaran tercatat menguat secara signifikan. Dari 104 menjadi di atas 106.
“Selama libur Lebaran, pasar NDF IDR di offshore juga sudah tembus di atas Rp16.000, atau sudah di sekitar Rp16.100, sehingga rupiah sekitar angka tersebut,” jelas Edi. (Ism)
Editor: Brp





